15.9 C
East Java

 Pemkab Jember Jual 2000 Ton Jagung ke Blitar

Loading

Jempolindo.id – Jember  – Pemkab Jember merealisasikan hasil MoU bersama dengan Pemkab Blilar, berupa  penjualan Jagung. Untuk pertama kalinya Kabupaten Jember melakukan pengiriman jagung sebanyak dua ribu ton.

Bupati Jember, Hendy Siswanto menerangkan bahwa pengiriman ini adalah implementasi dan realisasi MoU Pemkab Jember dengan Pemkab Blitar.

“Blitar membutuhkan pakan ternak jagung dan kami surplus jagung dan bisa untuk dikirim ke Blitar,” kata Hendy kepada sejumlah wartawan di halaman Pendapa Wahyawibawagraha, pada Rabu (3/11/2021).

Hendy menjelaskan bahwa pada tanggal 20 Oktober 2021, pihaknya berjumpa dengan Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah dalam rangka arahan dari Presiden di Istana Bogor.

“Gayung bersambut tepat sesuai dengan arahan Presiden bahwa Kabupaten di Indonesia harus saling bertransaksi satu dengan kabupaten yang lain,” katanya.

Untuk saling menguatkan, saling membeli dan menjual potensi kekuatan di Indonesia diputar di dalam negeri, katanya, tentunya itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa, akan menjadi efisiensi, akan menjadi produktivitas yang bagus.

“Alhamdulillah hari ini kami akan memberangkatkan 1 perjanjian kerjasama dg Pemkab Blitar,” ujarnya.

Selain jagung, Hendy juga memaparkan kedepannya Pemkab Jember akan menawarkan komoditas-komoditas lainnya kepada seluruh Kabupaten.

Lebih jauh, Hendy menegaskan untuk peluncuran perdana ini, pihaknya meminta kepada stakeholder yang terkait dengan peluncuran perdana komoditas jagung harus bisa menjaga mutu, menjaga kontinyuitas pengiriman tepat waktu.

“Jangan sampai tidak tepat waktu, nanti bisa menjadikan presepsi yang tidak baik terhadap kerjasama yang lainnya. Mohon dukungan teman-teman semua, para petani yang ada di Jember bukan hanya jagung, kami juga berusaha Pemkab Jember membantu menjualkan ini, memasarkan ini untuk petani-petani kita,” tegasnya.

Selain itu, untuk menjaga ketersediaan jagung Hendy menjelaskan komoditas Jagung di Jember ini produktivitasnya ada 450.000 ton/th. Sedangkan dipakai untuk Jember sendiri 250.000 ton/th.

“Jadi kita surplus 200.000 ton. Ini luar biasa. Dan sementara tetangga-tetangga kita yg lain masih tidak seperti Jember, khususnya untuk komoditas jagung. Maka dari itu dikesempatan terbukanya pasar yang harus kita fasilitasi, Pemkab harus turun untuk meyakinkan para buyer (pembeli-pembeli) jagung kita ini,” pungkasnya. (AR).

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img