Warga Jember Menerima Surat Undangan Pemilih Dilampiri Uang 20.000 Diduga Dari Tim Caleg Provinsi Jatim

Beberapa Jam Kemudian Pembuat Vidio Mengklarifikasi

warga Jember

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Beredar vidio berdurasi 2.08 menit, melalui WhatsApp Grup, diduga warga Jember yang mengaku menerima Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih, yang disertai 2 lembar uang pecahan Rp. 10.000,-.

Vidio itu diterima dari sumber  media ini, pada pukul 13.07 WIB.

Baca juga: Gerakan Jember Berbudaya, Disambut Camat Tanggul Dengan Launching Kopi Argopuro 

Tidak jelas alamat dan nama orang yang membuat vidio. Namun menurut informasi yang terhimpun, pembuat vidio berasal dari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Berikut bunyi pengakuannya:

Assalamualaikum warahmatullahi, mohon ijin saya melaporkan hari ini, hari Minggu tanggal 11 Februari, kami mendapat surat undangan untuk pemberitahuan pemungutan suara. 

Tapi anehnya, di surat undangan pemungutan suara ini, disertakan juga sebuah amplop, oleh petugas KPPS disuruh juga mencoblos salah satu caleg.

Ini amplonya ada dibelakangnya, nah ini (sambil mengambil amplop yang diserahkan bersama surat undangan). Disuruh nyoblos dari Caleg no 2 dari partai nomer 2 (sambil menunjukkan kartu saku dari seorang caleg Partai Gerindra).

(Pembuat vidio  menyobek amplop, yang berisi dua lembar pecahan Rp 10.000,-.)

Ini sebuah kecurangan ini, jelas uang ini tidak akan saya ambil, masukkan ke kotak amal saja. Maka praktek praktek seperti ini jelas membodohi masyarakat.

Mohon disampaikan kepada Bawaslu Jember, siapa yang tahu monggo.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi

Warga Jember Mengklarifikasi Vidionya

Namun, pembuat Vidio, sekira beberapa jam kemudian, telah membuat vidio klarifikasi, yang menyangkal vidio sebelumnya.

Pembuat vidio menjelaskan bahwa uang tersebut bukan bersamaan dengan surat undangan dan Kartu Suara, namun ditemukan dibawah pintu.

Dalam vidio berdurasi 2.08 menit, sang pembuat vidio mengatakan bahwa istrinya menemukan amplop berisi uang 20 ribu, dibawah pintu.

Dalam vidio klarifikasi itu dijelaskan bahwa antara Surat Undangan pemungutan suara dan amplop berisi uang adalah terpisah.

“Untuk itu kami mohon maaf kepada semua pihak, terutama kepada Bapak Haji Satib, beserta tim, yang mungkin merasa tidak nyaman dengan vidio yang saya buat, tidak ada bedanya dengan petugas KPPS yang memberikan surat suara kepada kami,” katanya mencoba mengklarifikasi.

Sayangnya, pada vidio klarifikasi, Pembuat Vidio tidak menjelaskan keberadaan Kartu Suara yang pada vidio pertama cukup jelas, bersamaan dengan surat undangan pemilih dan amplop berisi uang .

Pernyataan Ketua PAC Gerindra Bangsalsari

Untuk mendalami permasalahan tersebut, Jempolindo menghubungi Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Bangsalsari Taufik Hidayat, yang mengaku tidak tahu dengan permasalahan yang terjadi.

“Maaf, kami sama sekali tidak tahu, karena memang tidak ada koordinasi. Kami mengurusi tugas partai saja,” kata Taufik.

Apalagi, kata Taufik sudah ada vidio klarifikasi nya, yang menyangkal vidio yang pertama.

“Itu kan sudah ada vidio klarifikasi nya,” tegasnya.

Tanggapan Bawaslu Jember

Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Ketua Panwascam Bangsalsari Zubairi, melalu saluran selulernya, namun belum mendapatkan jawaban.

Sedangkan Ketua Bawaslu Kabupaten Jember Sanda Aditya Pradana mengaku belum mendapatkan laporan.

“Maaf, kami belum mengetahui, kalau boleh tahu dari desa mana ya,” ujarnya.

Setelah ditunjukkan bukti foto surat undangan pemilih, kartu saku, dan uang pecahan Rp 10.000,-, Sanda berjanji akan menelusuri kebenarannya.

“Siap, kami telusuri,” jawabnya singkat. (G1L)