16.8 C
East Java

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Gagal Digelar Buntut Ditolaknya Ustadz Hanan Attaki

Loading

Jember – Jempolindo.id – Kabar rencana Tabligh Akbar Ustadz Abdul Shomad, yang sedianya bakal digelar ba’da Ashar, Selasa 16 Agustus 2022 itu, urung dilaksanakan, Gagalnya kedatangan UAS itu, sepertinya rentetan dari ditolaknya kedatangan Ustadz Hanan Attaki, hingga tim pusat UAS, Jawa Timur, menilai Jember belum kondusif.

“Banyak DM yang masuk ke saya perihal acara Ustaz Abdul Somad (UAS). Tapi memang acara tersebut gagal digelar di Jember. Alhamdulillah banyak yang tanya, nah di sini saya jelaskan. Diputuskan oleh tim pusat, bahwa untuk di wilayah Jawa Timur. Tidak jadi tahun ini, ditunda dulu,” kata Ketua Panitia dari Majelis Gaul Jember, Ustadz Hutri Agus Prayudo, saat dikonfirmasi di Masjid Al Mubarok Gumuk Kerang Indah, Sumbersari, Jember, Selasa (16/8/2022).

Terkait gagalnya acara tabligh akbar itu, Hutri membenarkan, jika panitia dari UAS menanggapi ramainya berita penolakan Ustaz Hanan Attaki.

“Kenapa? Karena membaca berita-berita tentang penolakan-penolakan kapan hari itu (Soal Ustaz Hanan Attaki). Akhirnya tim pusat menyimpulkan bahwa Jawa Timur belum kondusif,” ucapnya.

Terkait gagalnya acara itu, Hutri menyampaikan, pihaknya berharap agar jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

“Diharapkan ke depan bisa saling memberikan sikap toleransi. Terlebih sesama umat Islam. Kalau gak suka ya gak suka aja sih menurut saya. Tapi jangan ganggu-ganggu, tidak usah neror atau nolak. Tidak suka ya, tidak usah datang. Yang suka ya silahkan datang,” ujarnya.

“Itu gak bagus menurut saya. Namun demikian, demi keadaan yang damai. Gak Golek molo kata orang Jawa. Juga mengganggu Kamtibmas. Kita mengalah, jadi tidak tahun ini. Dirapatkan kembali sampai kondisi tenang. Syukron Jazzaku Khoir atas pengertiannya Barokallah Uffikum,” sambungnya.

Tabligh akbar UAS itu, rencananya akan kita adakan di JSG. Kita sudah ada komunikasi awal. Tapi belajar dari kejadian penolakan Ustadz Hanan Attaki, kata Huttri Panitia tidak gegabah.

“Sebenarnya bapak dan ibu pejabat di Dispora normatif saja. Kalau kondusif pasti keluar izin, gampang. Tapi kalau tidak kondusif ya pasti ada rapat-rapat lanjutan. Tapi semua nunggu kondusif,” sambungnya menjelaskan.

Gagalnya acara tabligh akbar, apakah kemudian merugikan panitia, Hutri menegaskan tidak memberikan dampak kerugian apapun.

“Apalagi panitia pusat dan dari UAS sendiri tidak ada tarif, tidak ada DP, kontrak kerja juga tidak ada. Beliau (UAS) orangnya MasyaAllah amat sangat (ikhlas), kalau tidak ada beban atau kepentingan. Apalagi kita panitia di Jember tidak ada rugi apapun. Ternyata di cancel ya sudah, ini keputusan dari sana. Di Jember menerima,” jelasnya.

Rencananya UAS, kata Hutri akan menyampaikan materi peranan pemuda dalam era kemerdekaan RI.

“Untuk materi ceramah yang akan disampaikan saya yang bikin konsepnya. Tapi Ustaz Abdul Somad, yang nanti sampaikan. Muda, Merdeka, Berprestasi dan Mendunia. Itu ending tujuannya agar anak-anak bangsa Indonesia semangat. Melanjutkan spirit kemerdekaan dengan cara berprestasi,” ungkapnya.

“Ojo ayang-ayangan tok, ojo gerakan pamer ayang ataupun narkoba. Ojo lah. (Jangan hanya bisa berpacaran, dan jauhi narkoba, red). Tapi buatlah berprestasi. Jadi pengusaha yang baik, jadi karyaan baik, berkarir apapun yang baik. Mau jadi aparat, jadi aparat yang bagus dan baik. Jadi itu temanya,” sambungnya.

Renacana kedatangan UAS juga bertepatan dengan Milad Majelis Gaul ke 5.

“Tentunya semangat ini untuk mengisi Kemerdekaan RI. Untuk acara kami berharap saat tanggal 17 Agustus. Karena Milad Majelis Gaul ke 5, dulu kita ada 17 Agustus 2017. Cuman beliau (UAS) ada agenda sendiri. Makanya 16 Agustus ini,” pungkasnya. (Fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img