25.9 C
East Java

Status Kepahlawanan Mohammad Seroedji Hingga Kini Belum Jelas

Loading

JEMBER – Status kepahlawanan Lelkol Infanteri (Anumerta) Mohamad Seroedji hingga sekarang masih belum jelas, meski upaya memperjuangkannya sudah sering dilakukan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Harian Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45, Agus Nugroho, saat memperingati Hari Ulang Tahun BPK 45 yang ke 62 tahun, bertempat di Agro Wisata Taman Gading Jember, Selasa (22/03/2022).

“Kami sudah melaksanakan kegiatan seminar bersama di Bakorwil Provinsi Jawa Timur, untuk mengajukan status Almarhum Mohammad Seroedji, sebagai pahlawan nasional Jember yang sampai sekarang belum turun keputusan presidennya,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun, Letkol Inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji (1 Februari 1915 – 8 Februari 1949) yang patungnya berdiri tegak di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember itu merupakan tentara yang berjuang di Kabupaten Jember melawan penjajah Belanda.

Ia wafat akibat berondongan peluru pasukan Belanda pada tahun 1949, di Desa Karang Kedawung Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember

Meski belum mendapatkan status Pahlawan Nasional, namun pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo telah menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama kepada Alm. Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji.

Kata Agus, upaya memperjuangkan status kepahlawanan Mohammad Seroedji merupakan bagian tanggung jawab dari organisasi yang dipimpinnya, agar generasi bangsa dapat menghargai jasa para pahlawannya.

“Ya itu bagian dari tanggung jawab kami,” imbuhnya.

Disamping itu, Agus menyampaikan, dalam menjalankan kewajibannya untuk menanamkan semua kejuangan, dan rasa nasionalisme, BPK 45 Jember juga melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan di Kabupaten Jember.

“Kerjasama dengan lembaga pendidikan itu dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

BPK 45 Kabupaten Jember, kata Agus memiliki anggota 100 orang lebih, sementara ranting yang terisi baru 15 ranting.

“Organisasi ini berdiri sejak 20 maret 1960, dan ini generasi yang ke 2 lanjutan dari Angkatan 45,” katanya.

Disamping itu, kata Agus juga dilakukan kegiatan rutin setiap tahun diantaranya, Pawai kebangsaan, setiap tanggal 17 Agustus mulai gedung juang 45 menuju Taman Makam Pahlawan. (Gito/Agung)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img