Jember-Jempolindo.id – Sulitnya pencairan dana PIP (Program Indonesia Pintar) dikeluhkan Kepala sekolah SMP 06 Diponegoro Kecamatan Wuluhan Kabupetan Jember M Asmuni, ketika di temui di ruang kerjanya, pada Selasa(18/10/2022).
Padahal, kata Asmuni dana PIP itu dibutuhkan siswa yang rentan miskin, agar memiliki kesempatan yang sama, mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana menjadi tujuan pemerintah.
Asmuni mengaku, pihaknya sudah menyerahkan data penerima dana PIP kepada Bank BRI, sebagai bank yang di tunjuk beberapa waktu lalu
“Namun sampai saat ini, tidak semua siswa bisa langsung di cairkan oleh pihak bank BRI unit Wuluhan, pihak bank mencairkan dana PIP secara bertahap,” ujarnya.
Menurutnya untuk tahun 2022, sebanyak 70 siswa SMP 06 Diponegoro mendapatkan PIP sebesar Rp 350 ribu hingga Rp.750 ribu per siswa, yang proses pencairannya, siswa langsung menerima lewat rekening langsung.
Lebih lanjut, Asmuni mengatakan, dana PIP diperoleh atas dasar usulan anggota DPR-RI, yang anggaranya berasal dari APBN.
“Proses pengajuanyapun untuk dapat dana PIP cukup mudah, pihak sekolah hanya butuh mengajukan profil sekolah saja,” ujarnya.
Karena rumitnya proses pencarian dana PIP di tahun 2022 tersebut, Asmuni berharap agar proses pencairan dana PIP lebih dipermudah.
“Jadi sebaiknya dikembalikan seperti dulu saja, PIP bisa diambil secara kolektif,” pintanya.
Guna mencari kebenaran informasi tersebut tim jempolindo, mendatangi kepala BRI unit Wuluhan Ratih Istibana, sayangnya yang bersangkutan tidak ada ditempat.
Sedangkan menurut keterangan Humas BRI cabang Jember Ishak, ketika di hubungi lewat WhatsAppnya, pada Rabu (18/10/2022) mengatakan, BRI cabang Jember akan sebisa mungkin membantu kepala sekolah yang mengalami kesulitan dalam mencairkan dana PIP.
“Jika memang ada sekolah yang merasa kesulitan mencairkan dana PIP, kami akan membantunya,” tandasnya. (Gito)