17.1 C
East Java

Siapa Paling Berperan Pengaruhi Baradha E Bubarkan Skenario Ferdy Sambo ?

Loading

Jakarta – Jempolindo.id – Belakangan mencuat saling klaim yang paling berpengaruh, hingga Baradha E bersedia menjadi Justice Collaborator, membongkar bubarkan Skenario Ferdy Sambo.

Rafly Harun membahas pada channel pribadinya, dengan memberikan gambaran l, bahwa yang paling berperan mempengaruhi Baradha E bukan hanya satu orang, melainkan banyak orang.

“Jadi, selama ini terjadi perdebatan, saling klaim, seolah olah siapa yang paling berperan, hingga Baradha E bersedia menggagalkan skenario Ferdy Sambo,” ulasnya.

Baradha E bersedia menjadi JC, mantan Pengacaranya Deolipa Yumara mengaku berperan, Bareskrim Polri juga mengaku yang berhasil membujuk Baradha E dan LPSK juga memiliki peranan.

“Ternyata ada juga peran Pacar Baradha E yang turut mendorong hingga bersedia memberikan pengakuan atas kejadian sebenarnya,” ujar Rafly.

Semula, kata Rafly saat dipanggil Komnas HAM, Baradha E masih tetap konsisten pada pengakuannya.

“Belakangan, Baradha E memberikan keterangan melakukan penembakan atas perintah atasan, pengakuan Baradha E itu membuat skenario buyar,” katanya.

Salah seorng yang membuat Baradha E bersedia membuat pengakuan adalah pacarnya Lili,

“Perubahan terjadi setelah pengacara (kala itu Deolipa Yumara) menelepon maitua (pacar dalam bahasa Menado), ” katanya, mengutip ulasan Dahlan Iskan berjudul Lagu Sambo Hari Ini.

Pacar Baradha E adalah gadis Menado, yang tinggal di Jakarta, setelah Icap (sapaan Baradha E) menetap di Jakarta.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Baradha E sempat putus harapan, dibenaknya hanya ada rasa putus asa, pikirannya pasti dihukum mati.

“Karena itu, Baradha E sempat meminta pacarnya meminta pacarnya pindah ke Manado, sebab sudah tidak ada lagi yang bisa diandalkan di Jakarta,” ulasnya.

Deolipa berusaha menghubungi Lili melalu telpon, agar bisa membujuk Baradha E, targetnya agar tidak dihukum mati, asal mengaku apa yang sebenarnya terjadi di Duren tiga.

Sementara itu, memang Baradha E sudah terpojok, karena ditemukan pada otopsi ulang, ada lobang di kepala bagian belakang Brigadir Joshua, hingga Baradha E tidak bisa mengelak.

“Orang tau kalau ada lobang di belakang, maka pasti ditembak dari belakang,” ujarnya.

Ketimbang, hanya menjadi korban seorang diri, maka Baradha E memilih untuk berterus terang, dia melakukan penembakan atas perintah Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo juga melakukan tembakan, hanya saja versinya beragam, terkait jumlah tembakannya.

“Apakah lebih banyak Ferdy Sambo atau Baradha E,” jelasnya.

“Kini LPSK sudah menetapkannya sebagai Justice Collaborator,” kata Rafly. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img