17.4 C
East Java

Ramalan Jayabaya, 2023 Banyak Tragedi

Loading

Jempolindo.id _ Tahun 2023 sudah didepan mata. Diperkirakan tahun ini akan banyak tragedi yang terjadi.Ramalan itu ternyata sudah diprediksi oleh Prabu Jayabaya. Seorang raja yang cukup berpengaruh di kerajaan Kediri. Hidup pada tahun 1135 – 1159 Masehi.

Baca juga: Kenapa 21 Desember dilarang Keluar Malam ?

Prabu Jayabaya sendiri dipercaya telah mukso. Mengalami keadaan suci, sehingga diahir hayat tidak ditemukan jenazahnya. Melainkan sudah berada di Nirwana.

Ramalannya hingga kini dipercaya oleh masyarakat yang memegang teguh tradisi Jawa.

Diantaranya, yang cukup terkenal, yakni lahirnya Satriyo piningit, yang akan mengantarkan manusia mencapai peradaban sempurna.

Jempolindo _ Ramalan Jayabaya

Menurut Jayabaya, tahun 2023 merupakan tahun yang  penuh dengan malapetaka, diantaranya:

1. Banyak terjadi bencana alam

Bencana alam akan membuat manusia “koyok gabah den enteri“, seperti padi yang diputar. Beterbangan ditiup angin.

Gunung api aktif kembali, sehingga akan banyak sekali bencana akibat erupsi.

Gempa terjadi hampir merata dimana – mana,  menyebabkan banyak rumah berantakan.

Ramalan itu sudah mulai menampakkan kebenarannya. Gunung Semeru, yang setahun lalu telah memakan korban ratusan orang, di penghujung tahun 2022, Gunung yang berada di Kabupaten Lumajang itu meletus kembali.

Peristiwa gempa di Cianjur, menurut ramalan ini, masih sebagian kecil, yang masih akan terjadi di tahun 2923.

2. Situasi Politik Kacau

“Besok Yen Ono peperangan, teko wetan kulon lor kidul, akeh wing becik Soyo sengsoro, wong jahat Soyo Mulyo”

Terjemahan bebasnya, Besok kalau ada perang yang datangnya dari Timur, Barat, Utara dan Selatan, banyak orang baik semakin sengsara, sedangkan orang jahat kian bahagia.

Kondisi politik sudah mulai tampak kacau menjelang tahun pemilu tahun 2024.

Kekuasaan hanya dikendalikan oleh segelintir oligarki, yang memainkan peranannya mengatur seluruh sektor negara dan pemerintahan.

Korupsi semakin merajalela, dan hampir terbuka dilakukan oleh oknum yang memegang kekuasaan.

Saling memaki antar kelompok, bukannya menjaga keutuhan negara dan bangsa, malah menyebabkan pertengkaran yang tak ada ujungnya.

3. Resesi Ekonomi Berkepanjangan

Resesi itu ditandai dengan mahalnya harga barang dan turunnya daya beli masyarakat, sehingga masyarakat sebagian besar akan mengalami kesulitan hidupnya.

Negara akan semakin bertambah hutangnya, bahkan membuat daya tawar rupiah semakin menurun.

4. Pagebluk belum berahir,

Pandemi atau pagebluk, suatu kondisi dimana terdapat serangan hama penyakit yang menyeluruh. Seperti Pandemi covid-19, yang telah dan sedang akan terus terjadi.

Akan lahir terus virus virus baru, sehingga kekuatan medis sulit menanggulangi.

5. Kemajuan Teknologi Yang Kebablasan

Indikatir Kemajuan peradaban, salah satunya adalah keamajuan teknologi, sebagai karya budi manusia. Namun jika berlebihan, maka akan menyebabkan manusia celaka.

Terlebih jika kendali moral dan ahlak semakin longgar.

Seperti penggunaan gadget yang kian berlebihan, sehingga manusia sepertinya tak bisa hidup tanpa gadget.

Jayabaya meramalkan “besok akeh omah Nang duwure jaran”.

Maknanya, bisa jadi positif, juga bisa negatif. Jaran yang artinya kuda, bisa merupakan kemajuan teknologi.

Namun, jika rumah, sebagai simbol ketentraman hidup, sudah berada diatas kuda, maka artinya kebahagiaan manusia sangat bergantung kepada kemajuan teknologi.

Kuda juga bisa diartikan semakin merajalelanya nafsu angkara murka, yang semakin tak terkendali,  menyebabkan banyak orang celaka karena nafsunya Sendiri.

Jamannya sudah masuk jaman edan, Yen ora edan ora keduman, namung sak beja bejane wong sing edan Sik luwih Bejo wong kang eling lan waspada.

Meski sudah masuk jaman edan, namun masih ada obat penangkalnya, yakni dengan tetap eling lan waspada. Tetap ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperbanyak ibadah.

Berdasarkan Angka

Jika, dihitung dari angka tahunnya, 2023, kemudian dijumlahkan, 2+0+2+3 = 7. Angka tujuh ini, jika dikurangi 3, maka menjadi 4, dan dikurang 3 lagi, maka masih ada sisa satu.

Maknanya, hanya manusia yang ingat kepada yang satu, yakni Tuhan yang akan selamat.

Para sesepuh, menyarankan agar memperbanyak sedekah dan bacaan Bismillahirrahmanirrahim. Sebagai tolak balak. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img