Qomariah : Alhamdulillah Jember Sudah Bangun Dari Tidur

Jember Sudsah Bangun
Caption : Forum Silaturahmi antara Deputi kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia bersama Bupati Jember  Ir H Hendy Siswanto ST IPU dan Gerakan Koperasi Kabupaten Jember, di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo. Sabtu (12/02/2022) siang.

Loading

Jember – Jember sudah bangun dari tidur, pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas koperasi Dan UKM propinsi Jawa Timur Dr. Andromeda Qomariah M M saat acara Forum Silaturahmi antara Deputi kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia bersama Bupati Jember  Ir H Hendy Siswanto ST IPU dan Gerakan Koperasi Kabupaten Jember, di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo. Sabtu (12/02/2022) siang.

Potensi di Kabupaten Jember, menurut Qomariah sangat melimpah, jika dibandingkan dengan lima tahun lalu, sepertinya sudah mulai berbenah.

“Alhamdulillah Jember sudah bangun dari tidur,” kata Qomariah.

Pernyataan itu, menurut Qomariah didukung oleh fakta yang ada, bahwa program Bupati Jember banyak yang masuk nominasi, karena tampaknya didukung dengan pendataan yang cukup.

“Karenanya kami menghimbau untuk melakukan pendataan dan pemetaan dengan tepat, sehingga dapat dibangun kolaborasi dengan baik,” ujarnya.

Qomariah juga menanggapi adanya digitalisasi di Desa Sidomulyo, dalam situasi pandemi covid-19, memang ternayata usaha yang berbasis digital cendrung bertahan hidup.

“Dengan adanya desa digital ini, kami berharap bisa nyambung nyekrup dengan pihak provinsi Jawa Timur, melalui rumah digital,” harapnya.

Rumah Digital itu berfungsi untuk membantu UMKM membuat design, logo, untuk lebih meningkatkan daya jual, Qomariah berharap adanya Communal Branding, atas banyaknya produk di Kabupaten Jember, seperti Kopi, cerutu dan produk lainnya.

“Kami harapkan koperasi bisa menjadi offtaker, sehingga produk-produk yang ada di Jember, semua bisa kita kemas dengan kemasan yang sama, nanti koperasi offtaker ini yang akan menjualkan,” tegasnya.

Terkait dengan sertifikasi halal, kata Qomariah, semua produk makanan minuman sudah harus ada sertifikasi halal.

“jika tidak maka akan diberlakukan sangsi,” imbuhnya.

Termasuk yang terkait dengan ijin edar, menurut Qomariah banyak produk UMKM yang ditangkap polisi, karena kesandung ijin edar.

“Untuk itu nanti kita bantu, bagaimana mengurus ijin edarnya,” ujarnya.

Prinsipnya, pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Qomariah sangat mendukung program Pemkab Jember.

“Untuk itu mari kita bela beli produk UMKM, sehingga UMKM kita jaya, maka ekonomi Jember juga akan tumbuh luar biasa,” tandasnya.

Deputi kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia  Ahmad zabadi SH. MM menyatakan ada kesamaan antara Aceh dan Kabupaten Jember, yakni produk kopi, yang permintaan pasarnya memang tinggi.

“Kini Aceh sudah melakukan ekspor untuk kebutuhan starbuck Amerika dalam jumlah besar,” paparnya.

Demikian pula ekspor kopi dari Subang ke Arab Saudi, yang dilepas sebesar 150 ton.

“Selama ini belum pernah ada, kini sudah mulai banyak permintaan,” ujarnya.

Memperhatikan kondisi Jember sebagai produsen kopi, hanya saja kata Zabadi mencari dipasaran sangat sulit sekali. Sepertinya ada indikasi terjadi permainan pasar, dalam skala kecil.

“Pemainnya adalah para trader, yang memiliki nilai tambah keuntungan paling besar, dengan cara memberikan pinjaman lebih dulu kepada petani, sehingga petani tidak ada pilihan, ini yang saya kira harus segera dicari terobosannya untuk memotong,” tegasnya.

Karena jika tidak, maka kata Zabadi petani akan terus menjadi objek permainan perdagangan.

“Saya membayangkan proses nilai tambah itu dilakukan oleh petani sendiri, bukan oleh para trader, yang membeli kopi merah dengan harga murah,” tegasnya.

Maka koperasi adalah jawabannya, kata Zabadi fungsi koperasi yang akan menghadapi para trader, petaninya hanya mengurusi produksinya saja.

“Tetapi koperasi juga harus menjamin bisa membeli produk petani sebagai anggota,” tandasnya.

JI HUR – Jember Hadir Untuk Rakyat

Saat pertemuan Forum Silaturahmi itu,  Bupati Jember Ir Hendy Siswanto ST IPU menegaskan bahwa Jember harus melakukan speed up, salah satunya dengan cara mendekati pelayanan kepada masyarakat.

Banyaknya lembaga koperasi dengan jumlah anggota mencapai 123 ribu orang, sedangkan uang yang berputar sebesar 1,1 Trilyun.

Jember juga merupakan penyanggah pangan Jawa Timur dan Nasional, namun kondisinya kontradiktif.

“Karena kami masih memiliki buruh tani 110 ribu orang, yang kondisinya dibawah garis kemiskinan, sehingga Jember menduduki kabupaten miskin nomer dua di Jawa Timur, ini yang saya benci,” ujarnya.

Padahal produksi pertanian dan perkebunan di Jember sangat berlimpah, tetapi menurut Bupati Hendy saat ingin mencari dalam jumlah besar, sulit mencari di pasaran.

“Sehingga saat dibutuhkan dalam jumlah besar, yang diperlukan untuk ekspor, kami masih kesulitan,” ujarnya.

Permasalahan yang paling mendasar, menurut Bupati Hendy kepercayaan petani di Jember masih belum tumbuh, kebanyakan masih belum percaya bahwa Pemkab Jember bisa menjualkan produk pertanian.

“Kami sedang mencoba untuk melakukan sosilasasi, bersama segenap pihak,” katanya.

Berdasarkan peraturan yang ada, perpres nomer 12 tahun 2021, kata Bupati Jember, pemkab Jember bisa mengalokasikan APBD sebesar 40 persen untuk berbelanja langsung, melalui e-katalog.

“Dengan cara ini, pemkab Jember bisa langsung membeli tanpa melalui proses tender,” pungkasnya. (Agung)

 

Table of Contents