JEMBER – Mega proyek Multiyears Perbaikan jalan, pengerjaanya sudah dimulai, seperti yang tampak sedang dikerjakan di ruas Jalan Cumedak sepanjang 6,2 Km, salah satu dari 5 titik ruas jalan yang masuk dalam daftar perbaikan, di Kecamatan SumberJambe.
Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU yang sedang ngantor di Kecamatan Sumberjambe, berkesempatan meninjau langsung pengerjaan jalan yang berada tepat di depan Pondok Pesantren Asy Syifa Kerajan Cumedak, Sumberjambe tersebut. Sabtu ( 19/02/2022) Siang.
“Kerusakannya ini luar biasa, ini parah sekali,” katanya.
Karena memang kerusakan terbiarkan bertahun – tahu, kata Bupati Hendy sehingga kerusakannya sampai pada landasan aspalnya.
“Harusnya pekerjaannya sudah harus mulai bulan januari, hanya saja curah hujan tinggi, teman – teman juga harus melakukan persiapan,” paparnya.
Jalan kelas III itu, menurut Bupati Hendy harusnya untuk dilewati kendaraan bermuatan maksimal 8 ton.
“Kami berharap kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sumberjambe, yang biasa menggunakan kendaraan truk, supaya diimbal pakai kendaraan kecil,” pintanya.
Pembatasan tonase muatan kendaraan tujuannya, kata Bupati Jember agar usia jalan akan lebih panjang, dan aspal tidak cepat rusak
“Kalau muatan over load, jalannya jadi cepat rusak, kalau mudah nanti katanya kontraktornya gak bagus, katanya speknya tidak terpenuhi, padahal memang muatan kendaraannya yang over load,” tegasnya.
Karenanya, Bupati Jember melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Jember sudah mengeluarkan peringatan, agar pengguna jalan menyesuaikan kelas jalan dengan tonase muatan kendaraannya.
“Saat ini kami masih menggunakan himbauan, nanti kami akan gunakan rambu larangan,” tandasnya.
Untuk lebih menertibkan pengguna jalan, Hendy menegaskan akan berkoordinasi dengan Satlantas, untuk memantau pengguna jalan, menggunakan alat ukur, sehingga muatannya dapat lebih terpantau.
“Jika terjadi pelanggaran, Polisi lalu lintas nanti yang aka melakukan tindakan itu,” ujarnya.
Saat meninjau pekrjaan jalan itu, Bupati Hendy melihat ada truk yang melintas dengan perkiraan muatan bertonase sekira 16 ton.
“Ini yang bener lewat jalan tol, bukan jalan kelas III begini, ini yang harus kita larang,”katanya.
Bupati Hendy juga meminta kepada awak media agar membantu mensosialisasikan kepada masyarakat, agar sama-sama menjaga.
“Karena kalau kita biarkan, menguntungkan truknya, rusak jalannya, biayanya juga sama nanti,” harapnya. (*)
- Pewarta : Agung Suryono
- Editor : Miftahul Rachman