Jember – Rambipuji – Jempolindo.id – Potensi ikan air laut dan air tawar yang ada di kabupaten Jember melimpah. Potensi itu selain dapat tingkatkan kesehatan warga, menekan angka stunting, juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga.
Pernyataan itu disampaikan Kabid Sumberdaya Pasca Panen Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jember Tigo Dewanto, saat acara Sosialisasi program Gemarikan ( Gerakan Masyarakat Makan Ikan), bertempat di kantor Kecamatan Rambipuji, pada Rabo (23/11/2022).
Menurut Tigo, hasil ikan di kabupaten Jember pertahun bisa mencapai sekitar 10 ribu ton.
Ibu rumah tangga, kata Tigo bisa memanfaatkan melimpahnya ikan di kabupaten Jember, sebagai olahan dan ujungnya adalah sebagai tambahan penghasilan bagi keluarganya.
“Dengan melimpahnya ikan air tawar tersebut, selain dapat dikosumsi, kami berharap ikan bisa diolah menjadi berbagai macam olahan, hingga bisa punya nilai tambah ekonomi,” terangnya
Dinas Perikanan Kabupaten Jember, kata Tigo sudah membina sebanyak 65 UMKM, pengolah berbagai macam jenis olahan ikan, bernama poklahsar ( kelompok pengolah dan pemasar)
Dari pantauan tim jempolindo, diketahui Acara sosialisasi Program GEMARIKAN tersebut diikuti 100 orang perwakilan peserta, dari 8 desa yang ada di kecamatan Rambipuji, yang dihadiri Sekertaris Komisi B DPRD kabupaten Jember David Handoko Seto.
Di tempat yang sama, David berjanji kedepannya akan membantu usaha masyarakat, terutama di daerah sentra penghasil ikan, agar lebih berkembang.
“Bagi UMKM yang bergerak dibidang olahan ikan, kami akan bantu memfasilitasi perijinan melalui dinas terkait,” katanya.

Sedangkan Seli Indriani (22), ibu rumah tangga dua anak, peserta asal desa Curahmalang, mengakui adanya manfaat pelatihan itu.
“Sehingga sebagai ibu rumah tangga saya punya ilmu dan menambah wawasan bagaimana menjaga pola gizi hidup sehat di keluarga,” terangnya
Kedepan, Seli akan mencoba berusaha di bidang macam olahan ikan sebagai tambahan penghasilan ekonomi keluarganya.
“Lumayan, mungkin bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (Gito)