21.8 C
East Java

Petani Wuluhan Curhat Pemkab Jember Menjawab

Loading

JEMBER – Petani Wuluhan sampaikan keluh kesahnya saat Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR) putaran ke 6, di Pendopo Kantor Camat Wuluhan, Jumat (18/03/2022) Siang.

Tampak Bupati Ir H Hendy Siswanto ST IPU, memimpin langsung serap aspirasi bersama Gapoktan, yang juga dihadiri pelaku UMKM, Pokdarwis dan Kepala Desa se Kecamatan Wuluhan.

Pada kesempatan itu Ketua KTNA Kabupaten Jember Sucipto, yang juga ketua Kelompok Tani “Tani Makmur” Wuluhan, menyampaikan aspirasi diantaranya, antisipasi harga gabah saat panen raya.

Menurut Sucipto, pada saat panen raya, dimungkinkan terjadinya anjlognya harga gabah, biasanya untuk Gabah Kering Sawah (KS) kisaran Rp 3700 per kg, sedangkan Gabah Kering Giling (KG) kisaran Rp 4000 per Kg.

“Sedangkan biaya operasional produksi (BOP) padi mencapai Rp 4000 per kg, jika itu terjadi, maka kasihan nasib petani,” keluhnya.

Karenanya, Sucipto meminta agar jalan keluar agar dimungkinkan harga gabah bisa diatas BOP, sehingga petani tidak terpuruk

“Seperti kebijakan pembelian gabah petani, yang sudah dijalankan pemkab Jember, itu cukup membantu, sehingga harga gabah bisa diatas 4000 per KG,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pamkab Jember juga sudah mempunyai Resi Gudang yang dibangun pada era Pemerintahan Bupati MZA Djalal, namun selama pemerintahan Bupati Faida, resi gudang tidak dijalankan.

“Padahal keberadaan Resi Gudang juga cukup membantu, saat harga gabah anjlog. Karenanya kami mohon agar Resi Gudang diaktifkan kembali, entah siapa saja yang ditunjuk pak Bupati, monggo silahkan saja,” pintanya.

Lebih lanjut, Sucipto juga menyampaikan kesulitan petani saat menjelang musim pemupukan. Apalagi, alokasi pupuk bersubsidi sudah dikurangi.

“Karenanya kalau memang mau membantu, sebaiknya membantu ketersediaan pupuk urea, karena memang pupuk urea dibutuhkan pada saat pertumbuhan vegetatif, untuk semua jenis tanaman,” ujarnya

Jawaban Disperindag Jember 

Kepala Disperindag Kabupaten Jember Bambang Saputro, menyampaikan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan Bulog Jember untuk dapat melakukan pembelian reguler.

“Namun Bulog masih menunggu petunjuk dari pusat, untuk dapat melakukan pembelian reguler,” katanya.

Pada saat ini, kata Bambang Harag gabah masih aman, namun jika sudah panen raya, maka sangat dimungkinkan terjadinya penurunan harga.

“Untuk itu perlu dilakukan antisipasi,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pengelolahan Resi Gudang, Bambang menyampaikan sedang dalam pembahasan usulan pengelolanya.

“Termasuk pendampingan juga sudah dipersiapkan, diantaranya Universitas Jember, Politehnik Jember, dan Universitas Muhammadiyah Jember, tergantung petaninya, apa yang dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk menanggulangi berbagai permasalahan petani, kata Bambang juga sedang dilakukan demplot pertanian terpadu (coorporatd farming) di Desa Ampel Wuluhan.

“Hal itu dilakukan untuk menanggulangi kesulitan petani sejak pra tanam hingga pasca panen,” tutupnya (Agung)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img