Jember – Petani dibacok preman, diduga gegara perebutan lahan seluas 10 hektar di dusun Sumberklopo Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Jember. Sabtu (11/06/2022)
Menurut penuturan Ketua Persatuan Petani Curah Kalong (PPRC) Bahrul Ulum, dirinya bersama petani, ketika sedang mengerjakan lahannya, tiba-tiba didatangi sekelompok preman yang menyerang tanpa sebab.
“Kami tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba kami diserang, hingga beberapa orang mengalami luka – luka akibat pukulan benda keras dan ibacokan benda tajam,” ujar Ulum.
Karena mendapati diserang, kata Bahrul Ulum, petani melakukan perlawanan sebisanya.
“Kami memang kalah jumlah ,sehingga melarikan diri, jumlah petani hanya
30 orang, dari kubu preman sekitar 50 orang,” tuturnya.
Dari pantauan Jempolindo, Bahrul Uum yang mengalami luka bacok di kepala dan di tangan, segera dilarikan ke Puskesmas Bangsalsari. Usai menjalani visum, dan penanganan medis, kini Ulum masih tergeletak.
Menurut keterangan Perwakilan Sekti Jember Taufik, konflik antara petani dan P perhutani KRPH Sumberklopo BKPH Lereng Hyang Barat KPH Jember, dua bulan lalu sebenarnya sudah pernah dimediasi Polsek Bangsalsari.
“Ketika itu, sudah ada kesepakatan bersama yang di tandatangani bersama,” kisahnya.
Guna mencari kejelasan jumlah korban yang luka, tim Jempolindo mendatangi Puskesmas Bangsalsari.
Menurut keterangan petugas Puskesmas Bangsalsari Uut Suprianto, ada sebanyak 6 korban yang di rawat, semuanya warga desa Curah Kalong.
“Dari 6 orang korban, 3 orang di lakukan visum karna mengalami luka robek akibat senjata tajam dan 3 orang tidak di lakukan visum karna hanya luka ringan,” tuturnya.
Terpisah, dua petani asal Desa Curah Kalong, Sanipah dan H Haji Satar berharap agar polisi melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku penyerangan.
“Kami berharap tindakan pengeroyokan ini harus diusut tuntas,” tegasnya.
Guna mendapatkan keterangan lebih lanjut tim jempolindo mendatangi Polsek Bangsalsari.
Sayangnya sampai berita ini di turunkan, Polsek Bangsalsari belum bisa memberikan keterangan, karena masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pelaku dan korban. (Gito)