Jember _ Jempol _ Pertumbuhan Ekonomi Jember Minus 2,98 Persen Pada tahun 2020, jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 5,31 persen. Terpuruknya kondisi ekonomi Kabupaten Jember itu terungkap dalam Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) ahir tahun 2020 dan LKPJ Ahir masa jabatan (2016 -2021) Bupati dr Faida MMR yang seharusnya disampaikan kepada DPRD, yang dibacakan Bupati Jember H Hendy Siswanto. Rabu Malam (15/4/2020)

Penyebab ambruknya perekonomian Jember itu merupakan dampak dari pandemic Covid-19. Kata Bupati Hendy, dampak dari pandemi itu juga menyebutkan angka pengangguran dan angka kemiskinan mengalami peningkatan tajam.
Angka pengangguran tahun 2020 sebanyak 5,21 atau sebanyak 67.448 orang. Untuk angka kemiskinan menjadi 10,09% atau 247.990 jiwa meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 9,25 % atau sebanyak 226.570 jiwa.
Sedangkan angka kematian ibu tetap tinggi 100.000 kelahiran 173 turun dari tahun sebelumnya 174. Untuk kematian bayi per 1000 kelahiran menjadi 9,22 sedangkan di tahun 2019 sebesar 12,3.
Tingginya angka kematian ibu dan bayi, menjadi perhatian khusus Bupati Hendy Siswanto.Hendy akan terus berupaya untuk menekan dengan melakukan upaya-upaya dengan melibatkan semua potensi yang ada termasuk OPD hingga RT-RW.
”Saya akan melibatkan potensi,semua OPD harus terlibat dalam penurunan AKI-AKB, RT-RW juga harus terlibat,” pungkasnya.
Untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 hanya RP 593,18 milyar, sedangkan targetnya sebesar Rp 660,36 miliar.
Namun, ketika banyak sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negatif, Hendy menyebutkan terdapat sektor ekonomi yang justru mengalami pertumbuhan positif. Beberapa sektor mengalami kenaikan pada masa pandemic
”Diantaranya lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,02% dan lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29%,” katanya. (*)