Jember _ Jempolindo.id _ Penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama, dalam memilih dan dipilih. Karenanya, dalam Pemilu 2024 mendatang, perlu didorong agar kelompok penyandang Disabilitas dapat berperan aktif.
Baca juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional, Dinsos Jember Berikan Kaki dan Tangan Palsu
Untuk itu, dipandang perlu tersedianya fasilitas yang cukup, sehingga kelompok penyandang disabilitas dapat menggunakan hak suaranya.
Karenanya, Bawaslu Jember mengajak kelompok penyandang cacat (Difabel) untuk terlibat aktif. Seperti disampaikan saat sosialisasi partisipasi pengawas partisipatif. Peran media massa dalam mengantisipasi informasi Hoaks dan politisi sara di masyarakat Jember.
Acara itu dilaksanakan di Hotel Aston, pada Selasa (13/12/2022) siang.

Menurut Anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember Ali Rahmad Yanuardi ST, pada kegiatan sosialisasi itu, selain melibatkan organisasi profesi wartawan Kabupaten Jember, juga mengajak kelompok penyandang cacat.
“Kami juga mengajak kawan-kawan penyandang cacat terlibat aktif, turut serta dalam menangkal isu Hoaks dan Sara, yang dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan pemilu,” kata Yayan, sapaan akrab Ali Rahmad Yanuardi.
Ajakan Bawaslu Jember itu, menurut Aktivis Disabilitas Jember Asrorul Mais, partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu selama ini, bisa mencapai 85 persen.
“Kami hadir bersama 15 orang penyandang disabilitas, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap suksesnya pemilu,” ujarnya.

Kata Asrorul, yang juga didapuk sebagai Nara sumber pada kegiatan sosialisasi itu, penyandang disabilitas di Kabupaten Jember ada sekita 9000 orang.
“Seperti warga negara lainnya, mereka juga punya hak yang sama,” tegasnya.
Untuk itu, menurut Asrorul sebagai wujud kepedulian terhadap kelompok penyandang disabilitas, maka sepatutnya jika disediakan sarana yang cukup.
“Sehingga penyandang disabilitas dapat menyalurkan hak politiknya dengan mudah,” ujarnya.
Termasuk, lanjut Asrorul, sudah seharusnya disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah disabilitas.
“Terutama untuk wilayah yang lokasinya sulit,” ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Aktivis Persatuan Penyandang Disabilitas dan Sentra Advokasi Kabupaten Jember Khusnul Wibisono, menegaskan perlunya pemerintah lebih serius mengajak penyandang disabilitas, untuk terlibat aktif dalam pemilu 2024 mendatang.
“Kami rasa perlu, agar disediakan waktu yang cukup, khusus bagi penyandang disabilitas, untuk diajak bersama – sama berpartisipasi,” ujarnya.
Khusnul juga menilai diberikan fasilitas yang memadai, buatkan hanya TPS yang ramah disable, tetapi juga sarana untuk menyalurkan suaranya. Sehingga penyandang disabilitas merasa nyaman.
“Seperti ketersediaan kertas suara, serta peralatan lainnya,” pintanya.(Gilang)