BerandaBeritaPeringati Hari Disabilitas Internasional, Dinsos Jember Berikan Kaki dan Tangan Palsu

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Dinsos Jember Berikan Kaki dan Tangan Palsu

- Advertisement -spot_img

JEMBERSaat Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan Kaki dan Tangan Palsu bagi penyandang disabilitas, di UPT  Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) pada Senin (29/11/2021).

Terdapat 70 orang yang daftar untuk mendapatkan bantuan kaki dan tangan palsu. Namun, hanya 40 orang yang melengkapi data dan dipastikan dapat fitting di hari Senin.

Hal itu di sampaikan  Kasi penyandang masalah kesejahteraan sosial difabel dan perempuan Dinas Sosial, Dyah Kusworini.

“Dari assessment yang melengkapi sudah pasti terdata sampai kemarin terdapat 40 orang. Tapi pagi ini masih banyak lagi yang mau datang,” ujar Dyah.

Dyah menjelaskan bahwa dalam giat tersebut ada peserta yang sudah pernah mendapat bantuan lebih dari lima tahun dan sudah waktunya untuk mengganti dan ada juga yang perlu mengalami perbaikan karena rusak.

Lebih jauh, Dyah juga mengatakan banyak masyarakat difabel tidak memiliki tangan dan kaki palsu, karena harganya lumayan mahal.

“Kalau untuk harga umum di kisaran 5 juta, karena ini peserta BPJS bisa di fasilitasi. Sedangkan yang tidak menggunakan BPJS kami ajukan di Biakes,” katanya.

Usai proses fitting yang dilakukan oleh RS Sumber Glagah, para peserta akan mendapatkan kaki dan tangan palsu sekitar dua minggu.

Selain itu, untuk umurnya sendiri, kaki dan tangan palsu menurut Dyah akan bertahan kurang lebih lima tahun.

Dyah mengungkapkan bantuan tangan dan kaki palsu ini merupakan kerjasama antara Pemkab Jember dengan RS Sumber Glagah dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Jember.

Senada, Ketua IKA Unair Jember, I Nyoman Semita mengungkapkan bahwa keterlibatan IKA Unair, pada prinsipnya ingin menunjang menjadi lebih aktif demi kebangkitan penyandang disabilitas.

“Hari ini kita bantu sodara kita yang mengalami cacat fisik. Mudah-mudahan kita bermanfaat pada orang lain dan ini masalah kemanusiaan, ini nilai yang luar biasa,” katanya.

Nyoman menjelaskan keterlibatan IKA Unair sebagai relawan sekaligus menentukan layak tidaknya di pasangkan kaki dan tangan palsu.

“Pada umumnya, setelah 6 bulan tidak bengkak baru di pasang. Kalau sebelum enam bulan gak efektif,” pungkasnya.(AR)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img