Dampak Perketat Prokes Tempat Wisata Sepi Pedagang Menjerit
Jember _ Jempol _ Perketat Prokes Kesehatan di tempat wisata. Kebijakan itu bertujuan untuk mewaspadai kerumunan saat lebaran. Karenanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember, menerbitkan surat edaran, tertanggal 10 Mei 2021. Menindak lanjuti himbauan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, tentang himbauan kepada pengelola Destinasi Wisata selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1442 H.
Dalam Surat Edaran bernomor 556/212/35.09.327/2021, menindak lanjuti hasil rapat Satuan Tugas Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jember tanggal 6 Mei 2021, termaktub himbauan kepada pengelola tempat wisata.
Bagi pengelola wisata berbayar, indoor atau dalam ruangan, Pemkab Jember juga menyarankan agar melakukan pengetatan pengunjung. Semua tempat wisata wajib menerapkan screening test antigen, genoose.
Sedangkan, bagi tempat wisata out door, lokasi terbuka, pemkab Jember menyarankan, agar melakukan pengetatan protokol kesehatan.
“Selanjutnya, bagi daerah yang masih berzona orange dan merah, agar menutup lokasi fasilitas umum, tempat wisata dan taman rekreasi,” tegas Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dhebora Krisnowati S, M.Pd.
Perketat Prokes Pancer Puger Tutup Total
Melalui unggahan akun Facebook Danu Prasetyo, menyampaikan sesuai instruksi. Semua tempat keramaian wajib menghindari terjadinya penyebaran covid 19, karenanya pihak berwenang menutup pantai Pancer Puger.

Sebab, pengunjung akan berdatangan, jika pengelola wisata membuka tempat wisatanya.
“Kondisi kita semakin baik, namun harus tetap menjaga bersama, jangan sampai turun lagi, Semoga Tuhan YME memberikan perlindungan kepada kita, semoga semua dalam keadaan sehat wal’afiat,” tulisnya.
Watu Ulo Dan Papuma Sepi Pengunjung
Akibat adanya instruksi perketat prokes, pengunjung di Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma, yang biasanya padat pengunjung, kini sepi.
Dampaknya, pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung, yang praktis mengurangi pendapatannya.
Pengelola Warung di Pantai Wisata Watu Ulo, Subakri Firdaus, mengabarkan Kondisi, sepinya pengunjung di kawasan Pantai Watu dan Papuma, yang menyebabkan banyak pedagang mengeluh.
“Padahal, modal kami dapat dari berhutang, ya gimana lagi, tinggal mikir bayarnya dari mana,” kata Subakri.
Namun, kata Subakri kondisi ini harus disadari, meski dampaknya kurang bagus bagi pedagang.
“ya kita terima saja, semoga pemerintah juga turut mencarikan jalan keluar,” harapnya. (Wildan)