24.8 C
East Java

Perketat Prokes Tempat Wisata Himbauan Disparbud Jember

Loading

Dampak Perketat Prokes Tempat Wisata Sepi Pedagang Menjerit

Jember _ Jempol _ Perketat Prokes Kesehatan di tempat wisata. Kebijakan itu  bertujuan untuk mewaspadai kerumunan saat lebaran. Karenanya,  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember, menerbitkan  surat edaran, tertanggal 10 Mei 2021.  Menindak lanjuti himbauan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto,  tentang himbauan kepada pengelola Destinasi Wisata selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1442 H.

Dalam Surat Edaran bernomor 556/212/35.09.327/2021, menindak lanjuti  hasil rapat  Satuan Tugas Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jember  tanggal 6 Mei 2021, termaktub himbauan kepada pengelola tempat wisata.

Bagi pengelola wisata berbayar, indoor atau dalam ruangan, Pemkab Jember juga menyarankan  agar melakukan pengetatan pengunjung. Semua tempat wisata wajib  menerapkan screening test antigen, genoose.

Sedangkan, bagi tempat wisata out door, lokasi terbuka,  pemkab Jember menyarankan,   agar melakukan pengetatan protokol kesehatan.

“Selanjutnya, bagi daerah yang masih berzona orange dan merah,  agar menutup lokasi fasilitas umum, tempat wisata dan taman rekreasi,” tegas  Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dhebora Krisnowati S, M.Pd.

Perketat Prokes Pancer Puger Tutup Total

Melalui unggahan akun Facebook Danu Prasetyo, menyampaikan sesuai instruksi. Semua tempat keramaian wajib menghindari terjadinya penyebaran covid 19, karenanya  pihak berwenang menutup pantai Pancer Puger.

Perketat Prokes
Keterangan Foto : Pantai Pancer Puger tutup selama lebaran

Sebab, pengunjung akan berdatangan, jika pengelola wisata membuka tempat wisatanya.

“Kondisi kita semakin baik, namun harus tetap menjaga  bersama, jangan sampai turun lagi, Semoga Tuhan YME memberikan perlindungan kepada kita,  semoga semua dalam keadaan sehat wal’afiat,” tulisnya.

Watu Ulo Dan Papuma Sepi Pengunjung

Akibat adanya instruksi perketat prokes,  pengunjung di  Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma, yang biasanya padat pengunjung, kini sepi.

Dampaknya, pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung,  yang praktis mengurangi pendapatannya.

Pengelola Warung di Pantai Wisata Watu Ulo, Subakri Firdaus, mengabarkan Kondisi, sepinya pengunjung di kawasan Pantai Watu dan Papuma, yang  menyebabkan banyak pedagang mengeluh.

“Padahal, modal  kami dapat dari berhutang, ya gimana lagi, tinggal mikir bayarnya dari mana,” kata Subakri.

Namun, kata Subakri kondisi ini harus disadari, meski dampaknya kurang bagus bagi pedagang.

“ya kita terima saja, semoga pemerintah juga turut mencarikan jalan keluar,” harapnya. (Wildan)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img