Jember_Curahlele_Jempol. Tak banyak desa yang mengerti hari jadi desanya, Desa Curahlele Kecamatan Balung mencoba mengenang Hari Jadinya yang ke 117, dengan menggelar Festival Gunungan Sedekah Bumi. Kamis (28/11)
Kepala Desa Curahlele Abdul Hamid mengatakan peringatan Hari Jadi Desanya itu baru pertama kali digelar dan mendapat perhatian dari masyarakat desa dan sekitarnya.

“Sebenarnya acara ini menjawab keinginan masyarakat desa Curahlele yang sudah lama ditunggu – tunggu,” tuturnya.
Sekitar 60 persen masyarakat Desa Curahlele hidup dari hasil pertanian, berkeinginan mengekspresikan rasa syukurnya dengan cara kebudayaan yang sudah lama ditinggalkan.
“Gunungan Sedekah Bumi terbuat dari susunan berbagai macam hasil bumi, seperti sayuran, buah – buahan, palawija, dan beragam pala pendem yang dihasilkan dari hasil bumi desa setempat,” katanya.
Gunungan itu diarak sepanjang 1 km, berikut tumpeng yang dibawa kaum ibu, diiringi musik hadrah. Seluruh lapisan warga dari 29 RT, bersama masyarakat terlibat aktif memeriahkan acara itu.
“Acara ini akan kita evaluasi, agar tahun depan dapat kita perbaiki dan lebih meriah lagi,” ujarnya.

“Hasil bumi yang dikirab semua berasal dari hasil bumi kami sendiri,” katanya.

Diahir acara, gunungan yang terdiri dari buah dan sayur jadi rebutan mayarakat. Acara jadi kelihatan semakin meriah. (Basu)