Jempolindo.id – Perempuan itu bernama samaran Flo, yang membuat Arif Dirgantara seorang pengusaha mabuk kepayang.
Dia mahasiswi sebuah perguruan tinggi bernama asli Laura, belakangan nilai kuliahnya jeblok, hingga mendapatkan peringatan dari dosennya.
“Kenapa kamu jadi begini sekarang, nilai kamu turun,* kata sang Dosen perempuan mengingatkan Laura.
Laura hanya bisa terdiam, setelah menyampaikan bahwa dia harus kuliah sambil bekerja, untuk membiayai kuliah, hidup sehari – hari, serta buat ongkos dokter adik laki-lakinya bernama Dani, yang sedang menderita sakit
“Maaf Bu, saya harus bekerja,” kata Laura.
Laura, memang tidak seperti teman perempuan sekampusnya, yang bisa bersenang – senang. Sementara dia harus bekerja di sebuah tempat hiburan, menjadi pelayan.
Ketika dia bekerja dan kuliah, Dani adiknya ditemani seorang pembantu perempuan bernama Hesti.
Malam itu, ketika Laura sedang bekerja, dokter yang merawat adiknya menelpon, sepertinya dokter itu menanyakan tanggungan biaya pengobatan adiknya.
“Saya janji dok, sambil mencicil, saya akan lunasi,” katanya.
Saat menerima telpon, diam diam perempuan yang dipanggil mami itu mendengar percakapannya dengan seseorang yang sedang menelponnya.
Selepas bekerja, sebelum pulang, Mami memanggilnya, mengajak bicara Laura.
“Kamu ada apa, adikmu sakit ya, Mami maklum, tentu kamu sedang membutuhkan biaya pengobatan untuk adikmu,” kata perempuan itu penuh pengertian.
Laura menatap Mami dengan tatapan sendu. Seolah sedang hendak berbagi rasa.
“Ya mami, saya harus merawat adik saya,” ucapnya lirih.
Mendengar keluh kesah Laura, Perempuan itu menawarkan sebuah pekerjaan yang cukup menjanjikan.
“Kalau kamu mau, mami akan sediakan rumah dan mobil pribadi, tapi mami tidak memaksa,” kata perempuan itu.
Laura tidak segera menjawab nya, pikirannya berkecamuk, terbayang wajah adiknya yang sedang sakit, dan membutuhkan biaya perawatan.
“Tapi, kalau adik sudah sembuh, dan semua berjalan dengan baik, saya boleh langsung berhenti kan,” kata Laura.
Perempuan itu tersenyum mendengar tutur kata Laura.
“Laura, kamu tahu kenapa aku dipanggil mami, karena akulah orang yang paling mengerti tentang kamu, bahkan ketika kamu lagi BT karena mens,” katanya sambil berseloroh.
Malam itupun Laura menerima tawaran mami untuk bekerja seperti yang dikehendaki mami.
“Kalau begitu, namamu sekarang berganti Flo,” ucap mami.
Sejak itulah, nama Laura berganti menjadi Flo.
Hari demi dilaluinya, melakukan pekerjaan sebagai Kupu Kupu Malam, melayani pria hidung belang yang membutuhkan.
Sampai suatu ketika mami memanggilnya, karena ada klien istimewa yang harus dilayaninya.
“Mami sampai bingung mengatur jadwal, kamu anak mami yang terbaik. Nanti malam ada klien ada tamu VVIP yang dilayani,” kata Mami. Laura alias Flo hanya tersenyum sambil mendengarkan Mami menyampaikan profil pria itu.
” Namanya Arif Dirgantara, kabarnya dia pengusaha besar, memiliki properti dimana mana, banyak yayasan yang mendapat bantuannya,” kata Mami.
Seperti yang sudah dijadwalkan, Laura/Flo mendatangi tempat yang sudah ditetapkan.
Ditempat itu Laura/Flo bertemu dengan pria separo baya, yang rambutnya sudah beruban, sedang berada dimeja makan.
Keduanya saling bertutur siapa, sesekali menggunakan bahasa Inggris, menunjukkan kelas sosial nya.
“How are you, apa kabar , nama saya Arif, Arif Dirgantara, ” kata pria itu memperkenalkan diri.
“Fine, baik baik aja, saya Flo,” katanya menyebutkan nama samarannya.
Saat waiters datang hendak menuangkan minuman dalam gelas, buru buru Flo menolaknya.
“Maaf om, saya tidak minum, tetapi biasa menemani orang minum, gak apa apa kok,” kata Flo. Keduanya tampak mulai akrab.
“Saya juga tidak biasa minum didepan perempuan yang tidak minum. Gak apa apa, pertahankan prinsipmu, perempuan harus punya prinsip,” kata Arif.
Lalu mereka berdansa, Flo menggelayutkan tangannya dileher Arif.
Ketika sedang asyik berdansa, tiba tiba handphone Flo berdering.
“Maaf om, boleh saya angkat telpon dulu,’ Flo minta ijin. Arif mempersilahkan Flo mengangkat telpon.
Rupanya telpon dari Mbak Hesti yang mengabarkan keadaan Dani.
“Mbak, seharian Dani menggambar terus, dia bertanya mbak dimana,” kata Mbak Hesti lewat telpon.
“Ya mbak, sampaikan sama Dani, nanti kalau sudah selesai pekerjaan saya segera pulang,” ucap Flo.
Usai menerima telpon, Flo tidak melihat pria itu ditempatnya. Rupanya dia sudah beranjak ke peraduan.
Flo mengerti isarat yang disampaikannya. Pria itu meninggalkan pakaian tidur didekat dompet Flo, diatas meja.
Flo berganti pakaian dengan gaun tidur yang disiapkan Arif, lalu menghampiri kamar peraduan.
Sebuah tempat peraduan yang menggairahkan, nuansa merah, bertaburan bunga mawar.
Mereka saling berpandangan, tanpa kata yang sanggup terucap, seolah tenggelam dalam imajinasinya masing-masing.
Flo memang perempuan yang pandai memuaskan gairah laki-laki. Arif dibaiatnya terlelap.
Usai melayani, Flo melihat handphonemya, bermaksud menghubungi mbak Hesti. Tetapi sepertinya mbak Hesti mengirim pesan.
Dani, adiknya Flo sudah dibawanya ke rumah sakit, karena mengalami sesak nafas.
Flo tak membangunkan Arif yang sedang lelap tertidur. Flo segera meninggalkan tempat itu, keburu pergi ke rumah sakit.
Sementara, Mami menghubungi Arif, yang baru saja bangun dari tidurnya, dan tidak lagi mendapati Flo disampingnya. Hanya tertinggal gaun tidur, yang tergeletak disampingnya.
Sambil mencium gaun tidur yang masih tersisa bau tubuh Flo, Arif menerima telp dari mami.
“Maaf pak Arif, anak saya meninggalkan bapak dalam keadaan lelap, ada sesuatu yang harus diselesaikannya. Tetapi anak saya tentu sudah menjalankan tugasnya dengan baik, jadi semua sudah beres ya pak,” kata mami. Arif terdiam tidak menjawab.
Itulah, episode pertama, sebuah film yang tayang melalui We TV Original, dibintangi olah aktor kawakan Lukman Sardi, sedangkan Laura diperankan oleh Michelle Ziudith.
Sebuah Vidio apik, yang dirilis sejak tanggal 25 Nopember 2022, itu cukup menyedot perhatian publik. (#)