19.7 C
East Java

Pengusaha Asal China Berminat Kelola Sampah di Jember, Menjadi Sumber Energi Terbarukan

Loading

Jember, Jempolindo.id – Investor asal China mengaku tertarik mengolah sampah di Kabupaten Jember, untuk di daur ulang menjadi paving, hingga pembangkit tenaga listrik dengan energi terbarukan.

Ketertarikannya itu disampaikan kepada awak media, usai mengunjungi Bupati Jember Muhammad Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Kamis (20/03/2024).

Melalui penterjemahnya, Pengusaha asal China itu memperkenalkan diri, mewakili Shenghui Cleanness Group dan

Shenghui Cleanness Group Holdings Limited, masing masing bernama Mr Li, sebagai Kepala Perusahaan, Mr Xue sebagai Kepala Cabang Jakarta, dan Mr Wei sebagai Engineering.

Kehadirannya ke Jember, disampingi Sandi Suwardi Hasan, perwakilan dari Indonesia Green Ecology.

Mr Li menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkannya merupakan upaya untuk menanggulangi menumpuknya sampah, yang dapat mengganggu lingkungan.

“Konsepnya adalah menyelamatkan lingkungan dari dampak bau busuk, dan dampak negatif lainnya,” ujarnya.

Pengusaha asal China ini tertarik untuk berinvestasi di Jember, karena menilai bahwa Kabupaten Jember, merupakan daerah yang ramah dan potensi sumber dayanya cukup besar.

“Jember bagus,” katanya dengan bahasa China, sambil mengacungkan jempolnya.

Pengusaha Asal China Masih Tahap Paparan

Sementara, Sandi Suwardi Hasan menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan observasi selama tiga bulan di Kabupaten Jember.

“Hasil observasi itu, kami tidak lanjuti dengan kajian, yang akan kami jadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pengelolaan sampah ini,” katanya.

Berdasarkan hasil observasi sementara, sampah yang menumpuk di TPS Pakusari mencapai 500 ribu ton.

“Tumpukan sampah itu yang akan kami daur ulang, dikelola menjadi barang yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Tempat pengolahan sampah, bisa langsung memanfaatkan tempat yang sudah ada, tanpa membutuhkan tempat baru.

“Ya ditempat pengolahan sampah yang sudah ada itu,” katanya.

Mengenai model kerjasama dengan Pemkab Jember, kata Sandi pembahasannya belum sampai pada tahapan kerjasama.

“Tadi kami hanya paparan saja dihadapan Bupati, masih belum membahas kerjasamanya,” katanya.

Mantan pejabat Pemkab Jember itu mengakui belum ada contoh kerjasama di Indonesia.

“Tetapi perusahaan ini sudah mengembangkan di negara lain, seperti Negara Singapura,” ujarnya.

Setelah mendengar paparannya, kata Sandi, Bupati Jember Muhammad Fawait cukup merespon baik.

Sayangnya, media ini belum berhasil mengkonfirmasi tanggapan Bupati Jember, atas kehadiran pengusaha asal Tiongkok itu. (MMT)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img