Jember – Pembangunan JUT Desa Balung Kulon Kecamatan Balung bertujuan untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan, atau pasar.

Warga Desa Balung Kulon sempat mengeluhkan rusaknya jalan itu, pasalnya cukup mengganggu kegiatan para petani. Pernyataan itu disampaikan Pelaksana Kegiatan (PK) Desa Balung Kulon Restu Septia Pribadi, saat ditemui Jempol, pada Selasa (07/06/2022)
“Pembangunan jalan usaha tani (JUT) ini di laksanakan karena setiap musim hujan ,jalan tersebut selalu rusak parah,dan sulit di lewati,” ujarnya
Di ketahui obyek yang di bangun tersebut bersebelahan batas dengan lahan HGU PTPN XII PG Semboro Balung Tutul.
Restu yang juga Ketua LPM Desa Balung Kulon, saat ditanya lebih jauh terkait dengan pembangunan jalan itu, memilih tutup mulut, dan mengarahkan tim jempolindo kepada Sekdes Balung Kulon
“Lebih jelas sebaiknya komfirmasi ke Sekdes Balung Kulon saja pak,” pintanya.
Sedangkan menurut keterangan dua orang pekerja jalan usaha tani tersebut, Tosen dan Iwan, pekerjaan JUT ini di mulai sejak Senin (6/6/2022) ujarnya
Dari pantauan tim jempolindo, di papan nama proyek dana untuk pembangunan jalan usaha tani tersebut berasal dari Dana Desa, dengan jumlah anggaran sebesar Rp.141.159.000,
Sayangnya di papan proyek tersebut tidak dicantumkan tahun anggarannya.
Guna mendapatkan keterangan terkait tahun anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan usaha tani tersebut, tim Jempolindo mencoba menghubungi Kades Balung Kulon Langgeng Suprianto
Sayangnya sampai berita ini di turunkan Langgeng tidak bersedia dikomfirmasi. (Gito)