Jember – Pelatihan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) yang digelar DPW PPNI Jawa Timur, HIPGABI Jawa Timur dan DPD PPNI Kabupaten Jember, di Fakultas Keperawatan Universitas Negeri Jember, pada tanggal 11 – 15 Mei 2022, bermaksud untuk meningkatkan kualitas perawat.
Pada kesempatan itu, Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU, resmi menutup Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), di gedung Soetardjo Universitas Negeri Jember, pada minggu (15/05/2022) sore.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut, Rektor Universitas Negeri Jember Iwan Taruna, Ketua PPNI jember Mustakim, dan Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Negeri Jember, Sulistyorini.
Pada keterangan persnya, Bupati Jember Hendy Siswanto, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, Hendy sangat senang dan bangga dengan diadakannya pelatihan itu.
“Saya bangga, terharu dan senang sekali dengan kegiatan ini, pelatihan ini pelatihan yang luar biasa,” ucapnya.
Dengan diadakannya pelatihan tersebut, menurut Hendy, keuntungan untuk masyarakat Jember, bukan hanya untuk keuntungan perawat.
“Esensinya sebenarnya, manfaat dari pelatihan ini bukan hanya untuk teman- teman perawat, tapi lebih juga dari itu, untuk masyarakat jember,” ujar nya.
Peningkatan mutu perawat, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat , dan bisa melayani masyarakat jember.
Melalui pelatihan itu, maka diharapkan perawat dapat meningkatkan skill untuk melayani masyarakat jember,m
Menurut Hendy, bentuk sinergitas dan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menangani berbagai permasalahan yang ada.
“Inilah bentuk sinergi, bentuk kolaborasi, sinergi tentunya, kita tinggal mengatur Speed, akselerasi Pemkab Jember dan teman – teman dari PPNI,” tandasnya.
Di tempat yang sama, ketua PPNI kabupaten Jember, Mustakim, menerangkan bahwa perawat harus berkompetisi, meningkatkan kemampuan.
“Kita perawat, semakin lama semakin banyak tantangan, jadi kita dituntut untuk bagaimana kita berkompetisi meningkatkan kemampuan kita,” jelas Mustakim.
Diharapkan perawat yang bersertifikat Basic Trauma Cardiac Life support (BTCLS) akan mendapat peluang untuk menjadi perawat di TKHI (Tenaga kerja Haji Indonesia). Ketika perawat itu sudah memiliki sertifikat (BTCLS) ada peluang untuk bekerja di TKHI (Tenaga kerja Haji Indonesia)
Lebih lanjut Mustakim menjelaskan, Jama’ah Haji itu tenaganya ada dari dokter, dari perawat kemudian dari Kemenag.
“Yang dari kemenag itu sebagai pembimbing Jama’ah Haji dan ketua Kloter, sebagai pengawal kesehatan satu kloter ada satu dokter 2 perawat,” tutupnya. (Agung)