24.8 C
East Java

Pariwisata Jember Stagnan, PHRI Jember Gagas BPPD

Loading

Jember – Jempolindo.id – Pariwisata Jember Stagnan, jalan di tempat, karenanya PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Jember pernah menggagas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).

Menurut Ketua PHRI Cabang Jember Teguh Soeprajitno, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (3/8/2022), menjelaskan, gagasan itu pernah disampaikan di era kepemimpinan Bupati dr Hj Faida MMR, sayangnya gagasan itu belum mendapat restu.

“Sebenarnya mulai periode bupati yang lalu, kita sudah ingin membentuk namanya BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah), sehingga kita bisa mempromosikan Jember bersama-sama,” ungkapnya.

Terkait pembentukan BPPD itu, Teguh menyampaikan, terdiri dari berbagai stakeholder dan unsur.

“Di dalamnya ada sembilan unsur di BPPD itu. Diantaranya beberap teman-teman travel agen, dan lain-lain. Itu ada disana! Termasuk beberapa asosiasi yang bisa mempromosikan Jember, termasuk bidang pendidikan, Unej juga. Kita sudah bentuk di pertengahan April kemarin,” ulasnya.

Namun sayangnya, lanjut Teguh, meskipun sudah dibentuk, belum ada tindak lanjut, bahkan pada periode pemerintah daerah saat ini juga mengalami hal yang sama.

“Gak tahu salahnya di mana? Apa bupati tidak menghendaki atau dari dinas terkait yang (tidak/belum) mengajukan. Kami memang berkoordinasi BPPD itu di bawah naungan dari Dispar. Saya pun juga tidak tahu, tidak disetujui karena apa?” ucapnya.

Dengan kondisi ini, ditambah desakan dari pengelola hotel. Kata Teguh, pihaknya berharap pemerintah daerah harus benar-benar bergerak.

“PHRI ada di bagian itu (BPPD), karena memang pengurus BPPD dulunya atas (inisiasi) dari PHRI pusat. Kalau saya melihat, memang kurang sinergi, antara dinas terkait dan stakeholder,” ujarnya.

Adanya pergerakan dan dukungan dari pemerintah daerah, lanjutnya, harus segera direalisasikan.

“Dimana Jember ingin rame dan mendatangkan tamu. Bukan (hanya) tamu wisata, tapi yang menjual Jember (tidak ada). Dari pihak pemerintah pun tidak ada bantuan di situ. Hal ini kita tidak mengharapkan, tetapi paling tidak berkolaborasilah,” tandasnya.

Teguh Soeprajitno membenarkan bahwa kondisi Pariwisata Jember mengalami stagnan, karenanya perlu segera mengembangkan potensi pariwisata di Jember. Karena kondisi pariwisata Jember saat ini, masih dinilai stuck atau jalan di tempat.

Kata Teguh, perlu adanya pergerakan dan paling tidak kolaborasi untuk pengembangan pariwisata.

“Kalau Jember pariwisatanya memang diam di tempat tidak ada perubahan sama sekali. Makanya kita harus duduk bersama sebenarnya. Dengan teman-teman yang lain. Kita tidak bisa berdiri sendiri,” kata Teguh saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (3/8/2022).

Teguh mengatakan, terkait kepedulian pada pengembangan wisata. Sudah dilakukan jauh sebelum pemerintahan daerah saat ini.

Sebelumnya diberitakan, Jargon Wis Wayahe yang digaungkan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman, membawa Kabupaten Jember semakin berkembang dan lebih baik. Masih dinilai pengelola hotel di Jember kurang maksimal.

Meskipun saat ini didukung dengan bisnis perhotelan yang bertumbuh kembang lebih baik, pasca pandemi
covid-19. Namun dirasa belum memberikan dampak ekonomi yang baik.

Menurut CEO PT. Dafam Hotel Management Andhy Irawan, saat dikonfirmasi disela acara Rebranding Ceremony Meotel Jember by Dafam to Hotel Dafam Fortuna Jember, Selasa (2/8/2022).

Jargon Bupati Jember Wis Wayahe dinilai sudah sangat tepat. Namun jika tidak didorong insan pariwisata bersatu, kata Andhy, berbicara soal perkembangan pariwisata di Jember. Masih belum dirasakan dampak positifnya. (fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img