Jember – Jempolindo.id – Pemkab Jember kembali mengukir sukses, melalui gelaran Orkestra Keroncong in Hospital se Jawa Bali ke-5, setelah sebelumnya meraih Rekor Muri gebyar Musik Angklung, pada Rabu (16/11/2022).

“Ini yang kelima, tahun depan harus lebih semarak lagi,” kata Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU, saat hadiri Final Parade Keroncong In Hospital se Jawa Bali ke-5 di Alun-alun kota Jember.
Menurut Hendy, dengan digelar di tempat terbuka, parade keroncong ini tak hanya bisa dinikmati para peserta, tetapi juga masyarakat Jember. Apalagi keroncong merupakan bukti nyata yang harus dilestarikan.
“Sehari penuh 16 November 2022 ini, tadi pagi Gebyar Angklung terbesar dan malam ini Festival Angklung yang diikuti peserta dari pulau Jawa dan Bali, membuat Alun-alun Jember ini penuh dengan penonton, semoga ini memberikan berkah bagi para pedagang UMKM, berkah bagi perekonomian masyarakat Jember,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto, seperti dilansir laman resmi Pemkab Jember.
Hendy mengungkapkan, sebelumnya pada even keempat, Keroncong in Hospital digelar di Convention Hall Letkol RM Soebandi Universitas dr. Soebandi. Namun, sekarang dilakukan di alun-alun, melibatkan UMKM.
“Pertunjukan musik keroncong ini juga sebagai sarana berkreasi dalam musik, sekaligus menunjukkan kepada dunia, bahwa Jember kaya terhadap talenta kreatif, termasuk di dunia seni keroncong,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran Forkopimda, Plt. Direktur RSD dr Soebandi dr Hendro Soelistijono, Dandim 0824/Jember Letkol. Inf. Batara C Pangaribuan, dan Danbrigif Raider 9/DY/2 Kostrad Kolonel Inf Didik Efendi.
Dalam sambutannya, dr Hendro menerangkan bahwa latar belakang kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan budaya asli dapat terangkat ke permukaan. Tujuan kedua, untuk menciptakan destinasi wisata baru.
“Harapannya, dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Jember,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Hendro menyatakan bahwa ada sebanyak 22 tim yang mengikuti parade, disaring menjadi sepuluh tim. Paling jauh dari Wonosobo, Jogja, dan sebagian besar dari Jatim.
Melalui parade keroncong ini, kata dr Hendro, para peserta diharapkan bersemangat dalam mengasah, sekaligus meningkatkan musik bergenre keroncong.
“Semoga tahun mendatang bisa lebih bergairah lagi,” pungkasnya. (Agung)