Menemukan Barang Bukti
Namun kemudian, Ning Lia mengatakan, secara tiba-tiba Kiai Fahim yang tak pernah tidur sekamar dengannya. Sang kiai ini mendadak masuk ke kamar Ning Lia, dan tidur di kamarnya.
“Kok tumben suami saya masuk ke kamar, dan tidur di kamar saya. Ketika suami saya tidur, saya penasaran, dengan kejadian semalam, dan apa yang disembunyikan suami dan ibu mertuanya,” ujarnya.
“Jadi saya naik ke lantai atas bangunan di ruangan yang disebut studio itu. Saya (bermaksud mengecek), lihat HP suami saya. Didapati ada rekaman kejadian semalam soal gedor-gedor pintu. Ternyata ada rekaman suara, yang ada suara percakapan antara suami saya dengan satu orang ustazah,” ulasnya.
“Saat mengecek kontak nomor HP. Ada nama Ustadzah diberi kata dalam bahasa Arab, Zaujati (Istriku, red). Lah berarti kan ustadzah ini diakui istrinya, ada apa dengan Ustadzah ini,” sambungnya.
Dengan emosi, Ning Lia mendatangi kamar salah satu ustadzah. Bermaksud menanyakan hubungannya dengan Fahim.
“Dijawab jujur jika pukul 12 malam itu, ustadzah itu satu kamar (di ruangan yang disebut studio) dengan Fahim. Kemudian yang gedor-gedor pintu si santriwati karena cemburu. Semakin curiga, saya cek lagi HP suami saya. Ada rekaman suara ciuman, desahan, percakapan dan lain-lain. Antara santri dengan Fahim. Saya cek itu tanggal 25 November, berarti ada hubungan sudah lama. Saya pun kaget,” ujarnya.
Selain itu, kata Ning Lia, juga ada rekaman video yang diduga merekam aktivitas Kiai Fahim di dalam ruang kamar khusus di lantai dua itu.
“Untuk HP suami saya sudah diamankan, itu yang nanti juga akan saya serahkan ke polisi,” tandasnya. (*)