16.6 C
East Java

Oknum Kyai Diduga Cabul di Jember . Tak Tega Mendengar Curhatan Istrinya, Begini Kisah Sebenarnya

Loading

Jempolindo _ Peristiwa Malam Itu 

Perempuan itu sambil menengadah mencoba mengingat  peristiwa yang terjadi pada malam Rabu (04/01/2023).

“Waktu malam itu, saya kan tidurnya di bawah (bangunan kediaman Kiai di lantai satu), kalau suami saya tidurnya kamar atas. Katanya sih itu studio, tapi memang dibuat  tempat tidur sama beliau setiap harinya. Setiap waktu dan setiap kegiatan memang beliau di sana, dan jarang sekali beliau itu tidur bareng saya. Beliau itu ke kamar saya hanya ngambil baju,” ujarnya.

“Kemudian tengah malam itu saya ngerasa perasaan tidak enak, seorang istri pasti kan tajam (perasaannya) kalau ada sesuatu sama suaminya,” sambungnya.

Ketika malam sekitar pukul 12 dini hari, Ning Lia mendengar suara pintu dipukul dengan menimbulkan suara keras.

“Suaranya digedor-gedor, saya penasaran ada apa ini? Kemudian (terdengar) ada suara kaki turun dari tangga luar. Saya intip dari (dalam kamar bawah), ternyata suara tutup pintu dari kamarnya salah satu Ustadzah. Saya tidak berani keluar, karena saya takut ada apa-apa,” katanya.

“Kemudian, suami saya (Kiai Fahim). Tiba-tiba masuk ke kamar ibu mertua saya. Sempat saya keluar kamar, saya menyapa, katanya ada yang mau diomongkan. Entah apa yang mau diomongkan lama, dan perasaan saya itu tidak enak kala itu,” sambungnya.

Selesai ngobrol, lanjutnya, keluar dari kamar ibu mertuanya. Ning Lia kembali bertanya kepada Kiai Fahim.

“Saya tanya (saat di luar kamarnya). Ada apa? Kok kayaknya ada masalah. Terus suami saya mengelak (enggan menjawab). tidak ada apa-apa. Kembali saya tanya apa ada hubungannya dengan saya? Karena suami dengan saya hubungannya tidak harmonis beberapa bulan yang lalu. Saya itu kalau bisa dikatakan, untuk nafkah lahir dan batin sangat kurang sekali,” ulasnya.

Saat itu, karena penasaran Ning Lia mencecar pertanyaan terus menerus ke suaminya.

“Karena memang suami saya sebelumnya ada kasus. Akhirnya saya utarakan malam itu, dimana suami bertemu dengan saya di ruang depan (pendopo). Kemudian (dilihatnya), ibu mertua saya ini mendatangi santri yang menggedor pintu itu di atas,” jelasnya.

Diketahui Ning Lia, apa yang dilakukan ibu mertuanya. Setelah sebelumnya, Fahim curhat kepada ibunya. Soal apa? Ning Lia tidak tahu pasti.

Tapi diakui Ning Lia, dirinya sebagai istri. Selalu dinilai banyak kurangnya.

“Masalah suami dan saya kompleks dari dulu. Kalaupun suami saya ingin menikah lagi. (Pernah diugkapkan kepada Ning Lia), ingin dua, tiga, empat, kalau perlu sembilan. Gitu katanya dulu. Tapi saya terserah, dan saya pasrah,” ujarnya.

“Kalau pun memang sesuatu hal terjadi di belakang saya, dan saya dizalimi oleh orang-orang yang ada di rumah saya. Saya minta sama Allah tunjukkan yang terbaik untuk saya,” sambungnya.

Lanjut ke halaman berikutnya —>

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img