Jember – Ngotot Gerilya Bupati Jember Kejar Tayang Capai Target Vaksin 70 Persen. Terverifikasi Kabupaten Jember kondisi tekini sudah mencapai 67,5 Persen. Karenanya Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU menggerakkan seluruh jajarannya untuk mencapai target vaksinasi 70 persen. Seperti yang terpantau media, seharian orang nomor satu di Jember itu berkeliling dibeberapa tempat, meninjau giat vaksinasi. Sabtu (16/01/2022).

“Ya seharian kita keliling, meninjau kegiatan vaksinasi, kurang sedikit lagi, 2 persen lagi kita sudah capai 70 persen,” ujar Bupati Hendy dihadapan wartawan, saat meninjau vaksinasi di Desa Wonoasri kecamatan Tempurejo.
Menurut Bupati Hendy, kegiatan jemput bola merupakan gagasan dari Kepala Dinas Kesehatan dr Lilik Lailiyah, dengan membentuk kelompok – kelompok bagi para bagi pejabat di lingkungan pemkab Jember, untuk menjadi koordinator pada kegiatan vaksinasi, yang dibagi pada semua wilayah.
“Ini merupakan bagian dari semangat kami, karena memang sekarang cukup sulit untuk masyarakat,karena memang masyarakat merasakan situasi sudah landai, seperti tidak terjadi apa-apa,” tuturnya.
Karenanya, semua turun untuk melakukan percepatan mencapai target vaksin, sesusai ketentuan pemerintah.
Bupati Hendy mengatakan Vaksin untuk anak, prioritasnya masih menunggu sampai mencapai 70 persen terlebih dahulu.
“Jika sudah mencapai target, baru akan dikirim vaksin anak, kalau untuk anak kita tidak terlalu sulit, karena kita bisa menunggu di sekolahan, itu lebih gampang,” tandasnya.
Terkait dengan kabar adanya virus omicron, Bupati Hendi menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik. Informasinya masih terindikasi di beberapa tempat, hanya saja belum terdeteksi di Kabupaten Jember.
“Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada. Cukup pakai masker dan segera vaksin,” tuturnya.

Giat Vaksinasi di Kecamatan Tempurejo, menurut Camat Tempurejo Rahman Hidayat dilaksanakan dengan melibatkan dua puskesmas, targetnya yang ingin dicapai sekira 2000 orang.
“Itu sasarannya, nanti kita dapatnya berapa kita belum tahu, ini masih kita colekting, hari ini semua desa di tempurejo bergerak, dengan sistem ada yang stationer disini, ada juga yang bergerak menjemput sasaran,” tutur Rahman.
Fokus sasaran lansia, kata Rahman sudah mencapai 57 persen, hanya saja tidak semua lansia bisa divaksin.
“Mungkin ada hambatan kesehatan, sehingga tidak boleh divaksin, agar tidak malah berefek kurang baik,” ujarnya.
Pola door to door yang dilakukan, menurut Rahman justru dapat mengetahui kondisi sasaran yang sebenarnya.
“Dengan metode door to door mengapa warga tidak vaksin, kita temukan banyak warga yang memang kondisinya sudah tidak bisa bergerak, jadi ya gak bisa divaksin,” tegasnya.

Sementara, menurut Kepala Desa Wonoasri Misran, mendapati supervisi yang dilakukan Bupati Jember, menurutnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin.
“Alhamdulillah, dari beberapa desa, wonoasri paling tinggi tingkat vaksinasinya,” tuturnya.
Misran menegaskan bahwa Pemerintah Desa Wonoasri berupaya mendukung program pemerintah, untuk mencapai target capaian vaksinasi.
“Saya gunakan surat undangan untuk masyarakat yang belum vaksin sehingga tingkat kehadirannya bisa maksimal,” tandasnya.
Jika vaksin sudah memenuhi target, Misran berharap agar terjadi pemulihan keadaan seperti semula.
“Sehingga pemerintah desa Wonoasri juga mudah dalam melaksanakan program pembangunan,” tegasnya. (Agung)