Jempolindo _ DKP Jatim Ngotot
Meski mendapat protes dari sebagian orang yang mengaku nelayan Puger, namun DKP Jatim tetap ngotot melanjutkan Pembagunan Kolam labuh, yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Proyek bersumber dari dari APBD Tahun 2022, senilai Rp.6,7 M, yang sempat mangkrak. Dan pembangunannya akan dilanjutkan pada tahap dua tahun 2023.

Sebagaimana disampaikan Kasi Kepelabuhan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur di Puger, Feri Purwo, saat ditemui Jempolindo di kantor TPI Puger Selasa (21/2/2023), mengatakan akan tetap melanjutkan pembangunan kolam labuh.
Menurut Feri, pembangunan kolam labuh ini dilakukan, semata bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kemaslahatan masyarakat nelayan yang ada di Puger.
“Guna menghindari kesalapahaman, terkait pembangunan kolam labuh tahap dua ini, sebelum pelaksanaan pembangunan kita lakukan kajian dan sosialisasi dulu, kepada para nelayan Puger,” terangnya
Feri juga menambahkan, terkait pembangunan pelabuhan yang ada di TPI Puger akan dilakukan secara bertahap. Dengan target lima tahun kedepan, semua fasilitas yang ada di TPI Puger bisa terpenuhi. Hal ini dilakukan, karena keterbatasan anggaran Provinsi Jawa Timur.
Di tempat yang sama, menurut pengakuan Hoirul Anwar selaku kepala bidang pemerintahan di Bakorwil 5 yang ada di kabupaten Jember mengatakan, pembangunan kolam labuh tersebut, untuk mempermudah akses angkutan hasil ikan nelayan dari laut ke darat.
“Agar para nelayan Puger ketika musim panen raya, tidak saling berebut akses jalan angkut ke pelabuhan,” paparnya
Pembangunan tahap dua ini, kata Hoirul akan bisa terlaksana dengan baik, asal mendapatkan dukungan penuh dari para nelayan Puger.
“Tentu kami membutuhkan dukungan dan kemauan baik dari semua nelayan Puger,” harapnya.
Hadir dalam acara sosialisasi pembangunan kolam labuh tersebut, puluhan anggota asosiasi nelayan Sinar Terang Puger, Muspika Puger, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jember, serta Bakorwil wilayah 5 kabupaten Jember.(Gito)