17.8 C
East Java

Motif Teror di Silo Terbongkar, Kapolres Jember: Polisi Tidak Akan Tebang Pilih

Loading

Jember – Jempolindo.id – Motif teror pembakaran rumah dan sejumlah barang milik warga Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember, dipicu oleh aksi balas dendam.

Informasi itu disampaikan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dalam konferensi pers di Ruang Rupatama, Mapolres Jember, Sabtu (6/8/2022) malam.

Hery menambahkan, terkait kasus yang memicu terjadinya teror di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, pihaknya tidak akan tebang pilih.

“Kami himbau untuk masyarakat di Desa Baban Timur, mulyorejo, atau Kalibaru. Untuk tidak lagi terprovokasi dan melakukan pelanggaran hukum. Jika ada yang terjadi untuk lapor ke polisi. Untuk perkembangan kita sampaikan kembali nanti,” katanya.

Polres Jember, kata Hery, telah menerapkab sebanyak 9 orang warga Desa Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, sebagai tersangka, kasus teror dengan pembakaran dan perusakan rumah, serta kendaraan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember.

Sedangkan modus kejahatannya, kata Hery, aksi para pelaku, sudah direncanakan sebelumnya.

“Untuk modus, para pelaku telah merencanakan pembakaran, dan bersama-sama mendatangi TKP yang ada di Dusun Patungrejo, dan yang ada di Dusun Dampitrejo, kemudian bersama-sama pembakaran terhadap rumah-rumah para korban,” kata Hery saat konferensi pers di Mapolres Jember.

Para tersangka melakukan aksi perusakan, lanjut Hery, karena dilatarbelakangi adanya dugaan pencurian hasil panen kopi, yang dimiliki oleh masyarakat Desa Kalibaru.

“Yang kebunnya terletak di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Kemudian selanjutnya ada pemicu, yaitu salah seorang warga dari Desa Kalibaru jadi korban penganiayaan dan saat ini berkasnya sudah tahap satu. Sudah ditahan orangnya (pelaku), yang pelaku adalah warga dari Dusun Patungrejo (Desa Mulyorejo,Silo),” jelas Hery.

Selain itu masyarakat dari Desa Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, juga sering kali dipalak oleh orang-orang dari Desa Mulyorejo.

“Yang melakukan pungutan (pemalakan,red), adalah orang-orang yang rumahnya dibakar itu. Pungutan itu dilakukan, pada saat mereka (warga Kalibaru), melakukan panen kopi di wilayah Desa Mulyorejo,” ucapnya.

Atas dasar itulah, kata Hery, timbul dendam karena pungutan sering dilakukan dan menimpa para petani kopi dari Desa Kalibaru.

“Sehingga mereka bersama-sama merencanakan pembakaran terhadap rumah-rumah para pelaku. Yang selama ini, sering memalak yang bersangkutan,” ujarnya

“Untuk soal kasus pungli dan lainnya, akan kami tindaklanjuti dan nantinya akan juga diproses secara hukum,” tandasnya.

Otak Aksi Teror Tertangkap

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk memburu pelaku kasus perusakan dan pembakaran di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Sabtu (6/8/2022) kemarin. Satreskrim Polres Jember mengamankan 15 orang warga Desa Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Dari 15 orang tersebut, sembilan diantaranya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus perusakan dan pembakaran rumah serta kendaraan mobil juga motor di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Kata Kapolres Jember Hery Purnomo saat konferensi pers di Rumah Rupatama Mapolres Jember, penangkapan terhadap para tersangka ini, dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan.

“Untuk dari 15 orang yang berhasil diamankan, telah dilakukan gelar perkara. Penyidik menetapkan 9 sebagai tersangka. Pertama atas nama J dengan peran memprovokasi, kemudian melakukan pembakaran dan pengrusakan di rumah saudara Salam, Yono, Ali Usman dan Jamil,” kata Hery.

Kemudian, lanjut Hery, polisi menetapkan tersangka lainnya. Yakni pria berinisial S, yang ikut melakukan pembakaran.

“Kemudian M, (juga) ikut pembakaran.
A melakukan pembakaran motor di rumah saudara Ali Usman, MS melakukan pengrusakan motor di TKP pertama, kemudian M melakukan
Pembakaran di rumah salam, W melakukan pembakaran, D melakukan pembakaran dan menjarah bensin, di kios saudara Salam. Terakhir S juga melakukan pembakaran,” sambungnya.

Ditanya peran tersangka berinisial J, apakah sebagai otak dari aksi kejahatan perusakan dan pembakaran?

“Pelaku inisial J adalah yang memprovokasi warga untuk melakukan pembakaran, adalah J itu (diduga otak kejahatan),” kata Hery.

Terkait adanya hubungan antara J dengan korban penganiayaan Suhar ataupun tersangka lainnya?

“Hubungan antara pelaku, semua petani kopi, yang lahannya ada di wilayah Desa Mulyorejo,” sambungnya.

Lebih lanjut Hery mengatakan, dengan masih diburunya tersangka lain. Karena diduga jumlah tersangka yang terlibat ada puluhan orang.

“Di lokasi baik di wilayah Jember khususnya di Desa Mulyorejo, Dusun Patungrejo, dan Dusun lainnya sudah kita tempatkan personel pengamanan dari Samapta Polres Jember. Ada 2 SST dan (dari) Polda Jatim kita tempatkn 1 SSK. Sedangkan di Kalibaru, sudah ditempatkan juga pengamanan dari Polresta Banyuwangi sebanyak 1 SSK,” kata Hery.

Penempatan petugas Polres Jember itu, kata Hery bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat, agar bisa aktifitas seperti sedia kala.

“Alhamdulillah di Mulyorejo, saat ini sudah (mulai) kembali beraktifitas seperti sedikala,” sambungnya. (Fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img