Jember – Nenek di Jember bernasib malang itu bernama Marija, warga Dusun Krajan Desa Silo Kecamatan Silo. Pasalnya, perempuan berusia 71 tahun ini sakit lumpuh sejak 6 tahun lalu.
Mirisnya, ia hanya tinggal seorang diri di rumah tidak layak huni (RTLH) dan luput dari perhatian pemerintah. Ditambah lagi ia tidak memiliki anak. Sedangkan suaminya sudah lama meninggal dunia.
Dhipa, adiknya Marija, mengatakan sejak beberapa waktu terakhir, rumah Marija berukuran sekitar 3×4 meter yang sudah lapuk termakan usia itu hanya difoto oleh pihak terkait. Mereka mengumbar janji manis bakal mengajukan bedah rumah agar layak untuk ditempati.
“Sampai sekarang gak ada tindak lanjutnya. Rumah dia (Marija, red) hanya difoto terus. Katanya pendataan. Tapi mana hasilnya?,” ungkapnya, Senin (27/6/2022).
Saban hari, Marija yang lumpuh dan bisu hanya mengandalkan bantuan dari tetangga. Sedangkan Dhipa yang hanya selisih beberapa tahun dari Marija tak bisa berbuat apa-apa selain mencari sayur di sawah.
“Kalau makan kadang dibantu tetangga dan saudara yang lain. Anak saya juga sudah meninggal sejak lama,” serunya.
Sementara Ketua RT 004, Dusun Krajan, Desa Silo, Feri Irawan, saat ditemui media Jempolindo.id, membenarkan terkait kondisi Marija yang memprihatinkan. Ia hanya mendapatkan bantuan beras dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Itupun disalurkan melalui adiknya.
“Dulu pernah dapat bantuan kasur dari Dinas Sosial (Dinsos). Selain itu gak ada,” tutupnya.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekdes) Silo, Lukman Hakim, mengatakan pihaknya sudah mengajukan bedah rumah kepada Dinsos dan pusat sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) sejak 2021. Namun hingga saat ini belum ada satupun yang terealisasi.
“Melihat warga yang menderita, kami tidak tinggal diam. Kami berusaha membantu. Hanya saja tidak langsung instan. Buktinya, kami sudah mengajukan bedah rumah ke Dinsos dan Pusat setahun yang lalu. Tapi sampai sekarang masih belum ada yang terealisasi,” pungkasnya. (Agung)