JEMBER – Minyak goreng langka, dipasaran masih didapatkan adanya kesulitan masyarakat mendapatkan minyak goreng, padahal pemerintah sudah menggelontor sebesar 115 juta liter, yang 20 persen diantaranya sudah didistribusikan ke wilayah Provinsi Jawa Timur, sejak tanggal 14 Februari 2022.
Menurut Kepala Disperindag Jember Bambang Saputro, ditemui saat Operasi Pasar yang gelar di Perum BULOG Jember, Selasa (22/02/2022) pagi, menuturkan berdasarkan ketetapan nasional, dari hasil rapat di Provinsi Jawa Timur, kebutuhan minyak goreng secara nasional sekitar 327 juta liter per bulan. Sejak tanggal 14 Februari, sudah ada pasokan minyak goreng sebesar 115 juta liter, hingga minggu kemarin.
“Seharusnya, dengan pasokan yang ada, stok minyak goreng sudah melimpah. Hanya saja kondisi pasar masih didapatkan adanya kelangkaan minyak goreng,” ujarnya.
Maka besar kemungkinan kelangkaan itu akibat dari belum lancarnya jalur distribusi di pasaran, dari produsen, distribrutor hingga ke konsumen, sehingga dipandang perlu dilakukan pengawasan.
“Kami menghimbau kepada segenap masyarakat untuk turut membantu melakukan pengawasan peredaran minyak goreng,” ujarnya.
Jika memang menemukan informasi tentang adanya dugaan permainan distribusi minyak goreng, Bambang berharap segera dilaporkan, untuk ditindak lanjuti, agar tidak meresahkan.
Upaya pemkab Jember, kata Bambang juga dilakukan dengan menggandeng Bulog Jember untuk melakukan operasi pasar, guna stabilisasi harga dan kelangkaan minyak goreng di pasaran.
“Pemerintah menetapkan harga eceran minyak goreng 14.000 Per Liter, tapi di pasaran harga lebih mahal dari yang ditetapkan pemerintah,” ucap Bambang Saputro.
Lebih Lanjut Bambang mengatakan, sebetulnya stok minyak goreng di toko – toko modern di Jember tersedia, namun di pasar Tradisional memang stok minyak goreng belum merata ketersediaanya.
“Setiap hari kami mendapatkan up date data dari para mantri pasar,” ujarnya.
Bambang berharap, agar Bulog Jember tidak hanya melakukan operasi pasar di lingkungan Bulog, namun juga bisa dilakukan di pasar – pasar tradisional.
“Sehingga ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional dapat lebih merata,” ujarnya.
Kepala Bulog Jember Achmad Mustari, stabilisasi harga minyak goreng dilakukan dengan membagikan kupon sebanyak 150, per orang mendapatkan jatah 2 Liter minyak goreng, dengan harga Rp 14,500 per Liter. Sekira 300 liter minyak goreng habis terjual.
Terkait dengan stok barang, kata Achmad Mustari, bulog menyediakan 4.200 Liter, yang dalam waktu dekat akan mendatangkan 10.000 Ton Lagi.
“Operasi pasar ini akan kami buka setiap hari sampai harga di pasaran stabil, selama 10 hari kedepan,” tutup nya. (Agung)
- Pewarta : Agung Suryono
- Editor : Miftahul Rachman