Jember – Jempolindo.id – Menyambut berlakunya Kurikulum Merdeka Belajar, yang telah dicanangkan Kementertian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila (MGMP PPKn) mengadakan pertemuan diantara para Guru Mata Pelajaran (Mapel) di Dira Balung, pada Sabtu (12/11/2022) siang.

Melalui Ketua MGMP PPKn Jember Nur Albasiroh menjelaskan bahwa pertemuan Guru Mapel dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada anak didiknya.
“Pertemuan kali ini, merupakan pertemuan terahir pada semester ganjil, tahun ajaran 2022/2023,” ujar Nur Albasiroh.
Menurut Albasiroh, pertemuan diikuti oleh 35 lembaga sekolah negeri dan swasta, dari 8 kecamatan di Jember selatan, diantaranya Kecamatan Gumukmas, Puger, Kencong, Puger, Jombang , Umbulsari dan Balung, yang setiap lembaga sekolah mengirim perwakilan antara 2 hingga 3 guru.
“Tergantung besar kecilnya lembaga tersebut,” imbuhnya.

Program Kurikulum Merdeka pada tahun 2022, kata Nur Albasiroh, baru diuji cobakan dan akan diberlakukan serentak pada tahun 2023, di wilayah Jember Selatan sudah ada 2 sekolah yang ditunjuk oleh Kemendikbud RI.
“Diantara sekolah yang di tunjuk mengikuti program kurikulum MERDEKA tersebut adalah satu sekolah SMP negeri Wuluhan dan satu sekolah yang lain adalah SMP Negeri Puger,” jelasnya.
Kepala sekolah di SMP Negeri 02 Wuluhan itu, menjelaskan organisasi MGMP PPKn, merupakan wadah persatuan guru guru smp yang ada di wilayah Jember selatan, dengan jumlah keanggotaan 32 guru.
“Berdiri sejak tahun 2018, semula dibedakan antara sekolah swasta dan negeri, kini melalui kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, sudah menjadi satu,” katanya.
Berdirinya MGMP PPKn, kata Albasiroh untuk meningkatkan kemampuan guru, dengan saling berbagi diantara guru mapel yang ada di wilayah Jember selatan.
“Harapan kami, guru dapat berperan maksimal dalam meningkatkan dunia pendidikandi Kabupaten Jember,” tandasnya. (Gito)