17.4 C
East Java

Mengawali Kunjungan di Jember Cawagub Jatim Lukmanul Hakim Ziarah ke Makam Mbah Siddiq 

Loading

Jember, Jempolindo.id – Cawagub Provinsi Jawa Timur Lukmanul Hakim, nomor urut 1, mengawali Kunjungannya ke Jember, dengan berziarah ke Makam KH Muhammad Siddiq (Mbah Siddiq), di Chondro Kaliwates, pada Jum’at (03/10/2024).

Lukmanul Hakim berpasangan dengan Luluk Nur Hamidah, diusung hanya oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bernomor urut 1.

Lukman menyampaikan,  berangkat dari Jakarta menuju ke Jember untuk menghadiri beberapa agenda kegiatan, diantaranya kunjungan ke Pesantren Ibu, Ziarah ke Makam Mbah Siddiq, Konsolidasi dengan perempuan bangsa, silaturahmi dengan struktur DPC PKB Kabupaten Jember, serta menghadiri pertemuan alumni Pesantren Darul Ulum Jombang di Jember.

“Mbak Luluk juga tadi sudah hadir membersamai saya, saya datang jam 10, mbak Luluk datang jam 12 an. Kami berpencar dulu, lalu nanti kita akan ketemu lagi di ujung,” ujar nya.

Lukman menyakini dirinya bakal meraih suara sebesar 60 persen suara, dengan mengedepankan program penuntasan kemiskinan. Berdasarkan data BPS di Jawa Timur masih menduduki peringkat tertinggi dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Maka kami akan memperioritaskan penuntasan penurunan angka kemiskinan,” jelasnya.

Dalam upaya penuntasan kemiskinan itu, Pasangan Luluk – Lukman akan melakukan pemberdayaan UMKM selama 5 tahun kedepan.

“Yang bukan saja melahirkan UMKM, tetapi mengawal dadi hulu sampai hilir, mulai pendidikan, pelatihan, bimbingan teknisnya, instrukturnya, pembimbingnya, sampai nanti hilirnya,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi permodalan, akan disiapkan skema kreditnya untuk masyarakat yang ingin menerjuni menjadi pelaku UMKM.

“Utamanya anak anak muda, yang kita harapkan bisa menjadi lokomotif pembangunan di Jawa Timur, yang akan menggerakkan 1 juta UMKM di Jawa Timur,” katanya.

Sedangkan suku bunganya akan dihandle oleh Pemprov Jawa Timur, sehingga semua pihak bisa senang.

“Pokoknya everybody happy, masyakaratnya happy, bank nya juga happy, segera perekonomian akan bergerak signifikan,” tegasnya.

“Contohnya UMKM di Kabupaten Bojonegoro, ada yang memproduksi jilbab, mengawali hanya dengan modal 2,5 juta sekarang sudah menjadi besar, yang produknya sudah dijual ke berbagai daerah di Indonesia,” imbuhnya.

Lukman juga ingin menghadirkan BUMDES, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

“Jadi BUMDES ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, yang sudah mendapatkan bantuan anggaran dari pusat, provinsi dan kabupaten, kita akan maksimalkan perannya,” jelasnya.

Peran BUMDES kedepan bisa seperti Bulog kecil, semacam offataker dari produk pertanian, sehingga masyarakat tidak kesulitan dan mendapatkan harga yang relatif stabil.

“Jadi pada saat panen, biasanya harga turun, mudah mudahan dengan konsep ini masyarakat bisa mendapatkan keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Pasangan Luluk – Lukman juga ingin menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai pusat logistik Nasional. Sehingga produk asli Jawa Timur dapat diperdagangkan ke luar negeri.

“Sehingga jika ada masyarakat kita ada yang produksi jilbab, baju, batik, ini gak hanya di jual di Jawa Timur, tetapi kita bisa akses ke seluruh Indonesia. Dan juga kita kawal supaya bisa memenuhi pasar ekspor ke berbagai belahan dunia,” jelasnya.

Terkait dengan perhatiannya terhadap keberadaan pondok pesantren, Lukman menyebut perlunya ada perhatian terhadap pesantren yang masih kurang sanitasinya, kamar mandi dan sarana prasarana nya.

“Kami juga akan siapkan santri metal, melek teknologi digital, sehingga santriwan santriwati dapat lebih mendalami teknologi, minimal tingkat dan menengah,” tutupnya. (Slmt)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img