JEMBER – SUKOWONO – JEMPOLINDO.DO – Tersinggung disindir melalui sms, oleh Mantan Kepala Desa Sukokerto Kecamatan Sukowono, Sri Sulasmi, warga bongkar makam almarhum bapaknya. Rabu (14/07/2021) siang.
Sejumlah warga, tampak sedang membongkar kuburan, dari salah satu orang tua Warga Sukokerto, untuk dipindahkan ke tanah milik pribadinya.
Kejadian itu, menurut penuturan Warga Sukokerto Matun, mulanya Sri Sulasmi mengirim pesan melalui SMS, pada tanggal 5 Juli 2021, yang isinya terkesan menyindir, tentang keberadaan Makam yang berada di tanah milik Sri Sulasmi.

“Saya tersinggung dengan isi SMS, yang dikirim, semacam sindiran dari Bu Kades, bahwa Keluarga yang memakamkan keluarganya diatas tanah tersebut lupa akan jasa kades,” ujar Matun sambil menunjukkan isi SMS Sri Sulasmi kepada Matun.
Diantara sekira 100 kuburan yang ada, salah satunya adalah ayah dari Matun, karenanya pria itu merasa tersinggung dengan pesan SMS Sri Sulasmi, yang sepertinya dikaitkan dengan dukungan Pilkades.
Diketahui, Desa Sukokerto sedang akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa Serentak. Sri Sulasmi sepertinya bakal mau kembali mencalonkan diri lagi, setelah pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukokerto, pada periode sebelumnya. Sementara, Matun merupakan salah satu orang yang sepertinya tidak mendukung Sri Sulasmi, pada pilkades kali ini.
“orang gak suka sama saya, kok memakai fasilitas (Tanah) saya ya Tun,” Matun membacakan isi sms Sri Sulasmi, yang dianggapnya jelas mengarah pada dukungan Pilkades.
Karenanya,usai menerima SMS dari Sri Sulasmi, ahirnya Matun menyampaikan kepada warga, untuk meminta pertimbangan.
“Nah, dari sms tersebut saya langsung berinisiatif memindahkan almarhum bapak saya,karena saya takut kalau diungkit-ungkit almarhum tidak tenang dialam sana, kalau terus terusan berada ditanah pribadi,apalagi ada sms begitu,” ujar Matun.
Sebenarnya, Matun berharap agar Sri Sulasmi berkenan tidak memindahkan kuburan warga yang ada. “Ya bagi yang masih punya tanah, kalau yang gak punya kan kasihan, mau ditempatkan dimana,” keluh Matun.
Sementara Sri Sulasmi, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, menyatakan tidak punya niatan menyuruh warga untuk membongkar kuburan.
“Saya demi Allah tidak ada kata untuk menyuruh memindahkan makam.,” ujar Sri Sulasmi.
Lantas, Sri Sulasmi berkisah soal adanya tiga makam yang sempat ada tengkorak dari kuburan itu, yang menggelinding akibat pengerjaan proyek. Karenanya, Sri Sulasmi, juga berencana akan memperbaiki kawasan pemakaman umum itu, jika sudah usai pilkades.
“Tapi saya memang punya rencana tanah makam tersebut mau diperbaiki, diperbagus mau saya kasih pagar agar lebih rapi dan makamnya tertata agar tidak berpencar, tapi nanti saja, karna sekarang lagi dekatnya pilkades,” ujarnya. (sofyan)