Jember – Jempolindo.id – Pemkab Jember berulang kali mendapatkan penghargaan, diantaranya, Penghargaan Paritrana Award. Setelah mendapatkan dari Wakil Presiden, kini kabarnya bakalan dapat dari Gubernur Jatim.
Baca juga : Usai Terima Paritrana Award 2022, Pemkab Jember Berikan Layanan Terbaik Kepesertaan BPJSTK
Penghargaan itu, karena dianggap telah berhasil mendorong berkembangnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan itu, rencananya bakalan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada Selasa (27/12/2022) besok.
Berdasar data BPJS Ketenagakerjaan Jember, tercatat hingga saat ini sudah ada sebanyak 10.709 tenaga keagamaan, 10.235 petani, 1.500 nelayan, dan 15.00 butuh tani tembakau yang terlah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bersumber Dana APBD Jember.
Guna mendapatkan kepastian kabar baik itu, Diskominfo Jember telah mengkonfirmasi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember Dolik Yulianto, yang membenarkan kabar itu.
“Pada dasarnya, penghargaan Paritrana Award kali ini sama dengan penghargaan Paritrana Award yang diterima bupati dari Wakil Presiden RI, belum lama ini,” papar pria yang akrab disapa Dolik itu.
Dolik menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi untuk pemerintah daerah, yang memiliki komitmen dalam mendukung implementasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Namun, lanjutnya, penghargaan kali ini periodenya berbeda dengan penghargaan sebelumnya.
“Sebelumnya, penilaian untuk capaian selama 2021, sedangkan kali ini selama periode 2022,” lanjutnya. Sementara itu, tahun ini pemkab mampu menganggarkan pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan cukup banyak untuk para pekerja rentan.
“Ini yang paling dominan kali ini, di antaranya mulai petani, nelayan, tenaga keagamaan, hingga petani tembakau,” lanjutnya.
Dengan adanya penghargaan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Dolik mengaku bangga.
“Ini capaian yang sangat luar biasa. Itu hasil dari selama dua tahun ini, bupati fokus memberikan perlindungan untuk para pekerja,” paparnya.
Baik yang berada di bawah pemerintah seperti non-ASN hingga para pekerja rentan. “Pokoknya ini luar biasa, saya berterimakasih lantaran pemkab terjun langsung untuk memikirkan nasib para pekerja Jember,” ulasnya. (Agung)