Jember _ Jempolindo.id _ Paguyuban Pencak Silat Sapu Jagad, merupakan gabungan dari 20 Perguruan pencak silat, yang tersebar di 8 Kecamatan Wilayah Timur Kabupaten Jember.

Melalui Koordinator Paguyuban Pencak Silat Sapu Jagad Raden Lasmono, saat dikonfirmasi Jempolindo, pada Selasa (11/07/2023) menjelaskan, berdirinya paguyuban ini bercita-cita membangun jlalinan silaturahmi diantara sesama pesilat.
“Kami punya semangat yang sama, untuk mengembangkan jalinan kekeluargaan diantara sesama pesilat,” kata Lasmono.
Menurut Warga Desa Seputih Kecamatan Mayang itu, Untuk terus menjaga jalinan silaturahmi itu, setiap bulan menyelenggarakan pertemuan bersama.
“Semacam arisan keliling ke setiap anggota, sehingga rasa kekeluargaan terus dapat kami tanamkan kepada semua anggota,” ujarnya.
Dalam kegiatan bulanan itu, kata Lasmono setiap anggota menampilkan jurus – jurus silatnya. Sehingga juga bisa menghibur masyakarat sekitar.
“Dengan cara itu, kami berupaya merawat budaya tradisional ini, sebagai warisan leluhur,” ujarnya.
Selain itu, kata Lasmono, paguyuban ini juga membekali anggotanya dengan semangat peduli terhadap sesama.
“Jadi, bukan hanya sekedar berlatih silat saja, melainkan juga berupaya berperan positif, bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Lasmono menjelaskan, selama ini anggota Paguyuban Pencak Silat Sapu Jagad sudah terbiasa membantu kesulitan masyakarat yang membutuhkan layanan mengurus Adminduk, seperti KK, KTP.
“Selain itu, kami juga membantu warga yang sakit, dan membutuhkan layanan kesehatan,. Termasuk juga menguruskan warga yang membutuhkan perijinan usaha,” ujarnya.
Untuk menjalankan kegiatan sosialnya itu, Lasmono menegaskan dirinya tidak memungut biaya sepeserpun.
“Kami berlakukan gratis untuk semua pengawalan. Gak ada biaya sepeserpun,” tandasnya.
Peranan Pencak Silat
Penasehat Paguyuban Pencak Silat Sapu Jagad Selamet Riyadi membenarkan bahwa para pesilat itu melakukan aktivitas sosialnya dengan niatan yang tulus.
“Ya, paguyuban ini merupakan kumpulan dari orang – orang yang berniat untuk berbuat bagi kepentingan sesama,” ujar Ketua Baguna PDI Perjuangan Kabupaten Jember itu.
Sebagai kader PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Selamet menjelaskan bahwa masih banyak komunitas budaya tradisional yang terlewatkan dan membutuhkan sentuhan.
“Untuk itu, kami hadir menemani mereka yang memang ingin berbuat baik untuk sesama,” ujarnya. (Gilang)