Jember, Jempolindo.id – Hari Santri Tahun 2024, diharapkan bisa menjadi penyejuk suasana Pilkada Serentak 2024, serta menjadi rahmatan bagi semua.
Pernyataan itu disampaikan Mantan Wakil Bupati Jember 2010 – 2015, KH Abdul Muqit Arief, saat menghadiri peringatan Hari Santri Tahun 2024, di Alun alun Kecamatan Sukorambi kabupaten Jember, Selasa (22/10/2024).
Apel Hari Santri yang bertema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan” dihadiri oleh perwakilan santri seluruh kabupaten Jember dan OPD Pemkab Jember.
“Hari santri ini kita harapkan bisa penyejuk suasana Pilkada di Kabupaten Jember, apalagi musim hujan sudah mulai turun,” ujar K Muqid berseloroh.
Menanggapi isu yang beredar terkait dengan Kebijakan Sekdakab Jember Hadi Sasmito yang menunda pencairan Bansos Insentif Guru Ngaji, Beasiswa dan anggaran yang berbasis kemasyarakatan, K Muqid menilai kebijakan itu didasari kekhawatiran akan berpengaruh terhadap Pilkada.
“Ada yang beranggapan bahwa bantuan itu bisa berpengaruh terhadap Pilkada, ada juga yang beranggapan bahwa bantuan itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.
Karena, setiap orang punya tingkat kebutuhan yang berbeda, ada yang memang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ada juga yang rejekinya datang dari berbagai sumber.
“Kalau seperti kami ini mungkin rejekinya bisa datang dari berbagai sumber, tetapi ada memang yang mereka mengalami kesulitan,” ujarnya.
Mereka yang berada dalam kemiskinan absolut, menurut K Muqit seharusnya ada pengecualian.
“Tapi ya semua berpulang kepada para pengambil kebijakan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, K Muqit menyampaikan bahwa kaum santri tidak hanya cukup dengan memperingati hari santri, melainkan harus memiliki bekal dalam menyongsong masa depan.
“Kaum santri bisa jadi subjek, bisa jadi pelaku, apabila mereka memiliki sumberdaya yang mumpuni. Tanpa dibekali dengan sumberdaya yang mumpuni, maka Hari Santri hanya akan menjadi upacara rutin setiap tahun,” jelasnya.
Karenanya, Kaum santri harus sadar bahwa tanggung jawab bangsa ke depan, juga berada dipundak kaum santri.
“Saya kira bukan hanya pada aspek perilaku, tetapi juga penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, yang harus menjadi komitmen kaum santri,” tandasnya.
Menurut Kemenag Jember Dr H Santoso SH Mpd, Santri juga harus masa depannya, dengan terus belajar dan berinovasi.
“Santri itu lengkap, tidak hanya belajar agama saja, tetapi ilmu bermasyarakat juga ada di pesantren,” katanya.
Komisioner Bawaslu Wiwin Reza Kurnia yang turut hadir dalam Peringatan Hari Santri, menjelaskan bahwa kehadirannya juga turut memantau pelaksanaan Hadi Santri yang berbarengan dengan Penyelenggaraan tahapan pilkada.
“Kami hadir mengikuti peringatan hari santri sekaligus melakukan pemantauan. Kami lihat tidak ada apk (alat peraga kampanye) selama pelaksanaan Hari Santri ini,” ujarnya. (Slmt)