JEMBER – Industri Kerajinan Rotan di dusun Pandian Desa Seputih Kecamatan Mayang, tak dinyana sudah tembus ke pasar Ekspor.
Menurut Pengakuan pengelola CV Putra Bali Rotan Furniture, Asmari, saat ditemui Jempol, Sabtu (16/04/2022) Sore, menuturkan, usaha yang dikelolanya sejak tahun 2012 kini sudah tembus ke pasar Luar Negeri diantaranya Argentina, Spanyol, Uruguay, dan Australia.
“Kalao lokal pasar ke Bali, menyediakan untuk kebutuhan hotel saja,” ujarnya.
Bahan baku rotan, kata Asmari didapatkan dari Sulawesi dan Kalimantan, yang dikirim melalui Gresik.
“Bahan baku kami tidak mengalami kesulitan, stok banyak tersedia dengan kualitas yang memadai,” ujarnya.
Kesulitan selama ini hanya masalah biaya pengiriman, yang sejak Pandemi Covid-19 meningkat hingga 100 persen.
“Itu berdampak pada ongkos produksi dan harga barang,” ujarnya.
Masalah transportasi, kata Asmari tidak ada kesulitan, untuk yang kontainer yang kapasitasnya 20 ton, masih bisa masuk ke Desa Seputih.
“Kalau yang 40 ton memang belum bisa masuk, masih harus lansir di tempat lain,” katanya.
Sedangkan perputaran penjualan barang hasil kerajinannya, menurut Asmari setiap pelanggan bisa mencapai 300 juta hingga 500 juta.
“Itu bisa kami selesaikan dalam rentang waktu 2 bulan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Ir. H. Hendy Siswanto ST IPU, bersamaan dengan agenda rutin Wes Wayahe Jember Berbagi , didampingi jajaran OPD Pemerintahan Kabupaten jember, berkunjung ke UMKM Perajin anyaman rotan, Di Desa Seputih kecamatan Mayang pada Sabtu (16/04/2022) Sore.
Atas kehadiran Bupati Hendy itu, Asmari mengaku senang, karena mendapatkan motivasi untuk terus mengembangkan usahanya. Terlebih usaha kerajinan rotan yang dikembangkannya sudah menyerap 47 Tenaga Kerja warga sekitar.
“Tadi pak Bupati menyuruh saya untuk mengajukan mesin produksi, supaya lebih banyak lagi tenaga kerja yang bisa diserap,” pungkasnya. (Agung)