JEMBER – JEMPOL – Bantuan Kementerian PUPR RI berupa P3TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi), merupakan program pemerintah, yang dikucurkan melalui Program berbasis padat karya itu, yang dalam pelaksanaannya dalam kendali Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Program itu, merupakan program yang bertujuan meningkatkan perekonomian dimasa pandemi Covid-19 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Bantuan Kementerian PUPR RI Berbasis Swadaya
Program swadaya masyarakat yang berbasis perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi pada jaringan irigasi tersier, pelaksanaannya dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) atau Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
Salah satu Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), mendapatkan Program Padat Karya adalah HIPPA MARGA SAKTI, yang terdapat di Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dan telah kedua kalinya secara berturut mendapatkan program ini.
Bermanaat Dimasa Pandemi
Kepala Desa Panti Suroso, saat dikonfirmasi pada hari Sabtu (8/4/2021), menilai bantuan yang telah dilaksanakan oleh Pengurus HIPPA, dinilai sangat membantu kesulitan warga desa Panti, saat masa pandemi dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kita sangat bersyukur dengan mendapatkan program ini untuk kedua kalinya, dengan adanya Program Padat Karya Ini yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi dan menjelang hari raya, selain itu untuk jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas di lahan pertanian terdampak Daerah Irigasi yang dikerjakan” kata Suroso.
Suroso menjelaskan, ada sekitar lebih dari 10 orang petani, yang ikut bekerja pada program ini, dengan sekitar 50 hektare lebih, yang menerima manfaat pembangunan jaringan irigasi itu.
Mengutamakan Kualitas
Tidak jauh berbeda dengan program sebelumnya, HIPPA Marga Sakti pun menegaskan, bahwa program itu lebih mengutamakan kualitas terhadap bangunan dan memaksimalkan sumber daya yang sudah ada di Desa Panti.
Dalam Hal kualitas bangunan dan spesifikasi, tahapan pembangunannya dibantu oleh Tenaga Pendamping Masyarakat dari Balai Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Brantas, yang melakukan pengawasan apabila ada penyelewengan dan kesalahan teknis maupun administratif.
Perihal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh salah Satu Tenaga Pendamping Masyarakat, Gillang Krisna Wijaya.
“Saya disini ditugaskan untuk mendampingi HIPPA Desa Panti untuk melaksanakan program P3TGAI, dalam hal administratif maupun teknik, apabila ada penyelewengan dan kejanggalan dalam program ini, akan dilaporkan kepada Balai Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, yang berkerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan,” tegasnya. (Fiba Granza Al Ghifari)