Jempolindo _ RSD Balung Menepis
Dicecar pertanyaan terkait kasus Tonaji, Direktur RSD Balung dr Nurullah menjelaskan dirinya masih baru saja dilantik sebagai direktur RSD Balung, pada bulan januari 2023, sementara berdasarkan catatan rekam medis, Tonaji telah dirawat di RSD Balung sejak tanggal 31 Januari 2022 dan keluar pada tanggal 2 Januari 2023.
“Berdasarkan rekam medis yang ada, sebetulnya kami bersama petugas RSD Balung, sudah bekerja sesuai dengan prosedur yang ada,” jelasnya.
Nurullah malah menyesalkan adanya dokumen RSD Balung yang bocor, yang menurutnya tidak diperkenankan pihak luar mengetahuinya.
“Seharusnya dokumen pasien yang ada di RSUD Balung tidak di bolehkan untuk di foto,” sesalnya.
Lebih lanjut, Nurullah mengatakan kejadian yang menimpa Tonaji disebabkan adanya kesalahan komunikasi antara keluarga pasien dan petugas RSD Balung.
Namun, ketika ketika disampaikan kepada pihak keluarga, kata Nurullah keluarga Tonaji menghendaki pulang terlebiih dahulu.
“Sebenarnya bukan dipulangkan, melainkan pasien Tonaji akan dirujuk ke RSD dr Soebandi, untuk mendapatkan layanan medis yang lebih baik,” kata Nurullah.
Terkait dengan dokumen rekam medis RSD Balung, yang menyatakan bahwa pasien Tonaji sudah sembuh, menurut Nurullah itu merupakan kesalahan. Meski, dalam pelayanan terkadang sudah biasa dilakukan.
“Orang kesehatan tahu itu. Tetapi, itu bukan mall administrasi,” katanya.
Nurullah menolak ketika ditanya petugas RSD Balung yang telah melakukan kesalahan, dengan memberikan status kesehatan pasien Tonaji sudah dinyatakan sembuh.
“Saya tidak mau menunjukkan siapa orangnya,” ujar Nurullah, menampik menyebut nama oknum yang melakukan kesalahan contreng itu.
Menanggapi kasus Tonaji, yang terjadi di RSD Balung, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Koeshar Yudyarto, mengatakan akan segera lakukan evaluasi, terkait sistem pelayanan yang ada di RSUD Balung.
“Biar tidak berkepanjangan, dalam waktu dekat kami akan lakukan mediasi antara keluarga korban dan pihak RSUD Balung, agar kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya. (Gito)