Jember – Rusaknya pembatas jembatan Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Partai Kebangkitan Bangsa Mufid. Pasalnya, jembatan itu telah seringkali makan korban, namun tak kunjung diperbaiki.
Dijumpai saat reses pertama Anggota DPRD Jember tahun 2022 di dapil III, Mufid menegaskan kejadian yang menewaskan pasangan suami istri itu, pada hari Sabtu (05/02/2022) sekira pukul 23.00 WIB, merupakan bukti kurang pekanya pemerintah dalam merespon permasalahan yang ada.
“Padahal kami sudah tidak kurang-kurang mengingatkan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” keluhnya.
Diberitakan, sepasang suami istri itu berboncengan melintas jalan, sesampai di jembatan yang pembatasnya sudah rusak, sepertinya sepeda yang dikendarainya nyelonong jatuh ke Sungai Talang, akibatnya perempuan malang itu ditemukan sudah tewas, sedangkan yang laki-laki masih dalam pencarian.
Kejadian itu, meski belum diketahui siapa yang berwenang menangani permasalahan itu, apakah berada dibawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, atau Pemkab jember, namun menurut Mufid, hal itu perlu menjadi perhatian bersama, agar pihak eksekutif lebih peka dalam menangani permasalahan yang dialami masyarakat.
“Sesuai tupoksinya, kami sebagai legislatif sudah mencoba mengingatkan pihak eksekutif, dalam bebagai kesempatan. Memang semua permasalahan yang ada bukan hanya menjadi tanggung jawab legislatif maupun eksekitif, namun juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Karenanya,Mufid sengaja dalam reses kali ini mengangkat tema Kebersamaan dalam pembangunan Menuju Jember Bangkit, dimaksudkan agar semua memiliki kesadaran untuk menanggulangi semua permasalahan yang ada.
“Itulah kenapa saya mengangkat tema ini, untuk mengingatkan kita semua bahwa dengan kebersamaan kita bisa menanggulangi semua persoalan, dari hulu hingga hilir,” tandasnya.
Dalam reses itu Mufid mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat, mulai dari kesulitan pupuk untuk pertanian, jalan rusak dan permasalahan lainnya.
“Hasil serapan aspirasi masyarakat itu nanti akan kami jadikan kajian, untuk kemudian dapat ditindak lanjuti,” tutupnya. (Agung)