17.4 C
East Java

Hadapi Tantangan Sulitnya Warga Vaksin, Pemkab Jember Jemput Bola

Loading

Jember – Hadapi Tantangan Sulitnya Warga Vaksin, untuk kejar target 70 persen vaksinasi Dinas Kesehatan  Jember berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Hingga Minggu (16/01/2022) terverifikasi sudah 67,7 Persen masyarakat Kabupaten Jember yang menjalani vaksinasi. Pemkab Jember telah berkeliling ke 31 Kecamatan guna mendongkrak perolehan vaksinasi itu.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Lilik Lailiyah, saat giat vaksinasi di Kecamatan Mayang,Minggu (16/01/20212) siang,  menyatakan terdapat beberapa kendala untuk mencapai target vaksin, diantaranya didapati  masyarakat yang belum mendapatkan informasi yang benar, ada juga masyarakat yang menolak, tetapi ada juga lansia yang memang komorbit sehingga tidak bisa divaksin.

“Hari ini mudah -mudahan bisa menambah, karena memang diahir-ahir percepatannya tidak seperti awal awal kemarin, untuk mencapai satu hari 20 ribu itu sulit,” ujarnya.

Sehari kemarin, kata dr Lilik Vaksinasi yang dilakukan masih mencapai 5000 an, sedangkan pada hari terahir, di Kecamatan Mayang diharapkan sudah bisa mencapai target yang diinginkan.

“Sudah berbagai strategi yang kita pakai, diantaranya  kami menggandeng dinas kependudukan dan catatan sipil, melalui layanan admindukcapil agar percepatan target vaksinasi bisa tercapai,” ujarnya.

Mendapati tantangan yang ada, pemkab Jember kata dr Lilik berupaya melakukan door to door.

“Petugas sudah dilengkapi dengan peralatan medis yang dibutuhkan, juga dilengkapi dengan data sasaran, by name by address,” jelasnya.

Sedangkan ketersediaan vaksin, dr Lilik menegaskan tidak membatasi jumlah vaksin, ketersediaan vaksin yang ada masih cukup. Jenis vaksin yang digunakan kali ini Pvizer, yang dapat digunakan untuk usia 12 tahun ke atas.

“Karena setelah ini, kita juga persiapan dosis boster, ada dosis dua, yang untuk anak -anak juga masih belum,” ujarnya.

Sulitnya Warga Vaksin
Caption : Kepala Puskesmas Mayang Abul Rouf

Sementara, menurut Kepala Puskesmas Mayang Abdul Rouf, untuk mencapai target dosis satu,  sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya saja Rouf membenarkan memang masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran, atau mungkin terisolir, sehingga kesulitan menjalani vaksin.

“Sehingga diperlukan even – even yang bisa dimanfaatkan untuk melancarkan vaksinasi, seperti even yang digelar hari ini,” ujarnya.

Jika untuk dosis satu masih kurang, kata Rouf dapat dilengkapi dengan data dosis dua. Sementara kondisi dilapangan, juga menyesuaikan dengan logistik yang ada.

“Makanya fokus dulu pada dosis satu,” tegasnya.

Kendala yang dihadapi dilapangan, menurut Rouf memang terjadi penolakan, dengan beragam alasan, mulai dari rasa takut, hingga ada juga yang merasa membutuhkan vaksin.

“Karenanya, kebijakan pemerintah kabupaten dharapkan dapat menyentuh kelompok kelompok yang belum vaksin, artinya mewajibkan semua melengkapi sistem administrasi dengan melengkapi kepesertaan vaksin, saya kira dapat memberikan jaminan mereka yang belum vaksin termotivasi untuk vaksin,” harapnya. (Agung)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img