16.1 C
East Java

Gerakan Jember Seger Didukung Anggota DPR-RI Komisi XI

Loading

JEMBER – Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad  Sarmuji mendukung  gerakan Jember Seger, yang  mengkhususkan pada pembinaan UMKM, terutama kalangan milenial, sehingga  tampak lebih   menyenangkan dan inovatif dengan memanfaatkan  dunia IT.

Pernyataan Sarmuji disampaikan saat Launching Gerakan Jember Seger, Sabtu (22/01/2022

“Bagi saya. Mereka yang bergerak adalah anak-anak muda yang sangat familiar dengan dunia informasi dan teknologi. Kita sudah tahu betul, era informasi dan teknologi ini, UMKM dimanapun tempatnya, punya kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya secara luas,” kata Sarmuji.

Sentuhan generasi muda itu, kata Sarmuji, diyakini dapat membawa keberhasilan dan kebangkitan UMKM. Terlebih lagi saat masa pandemi.

“Bahkan kalau kita melihat platform-platform digital, yang digawangi anak muda. Itu berhasil. Dari kecil, menjadi besar. Seperti gojek (aplikasi ojek online), itu kan dulunya bisnis apa awalnya. Itukan dulu mau menjalankan gojek tidak mau. Tapi dengan era sekarang, dengan kombinasi informasi dan teknologi, akhirnya gojek setelah dikumpulan dan kolaborasi dengan IT menjadi perusahaan yang besar. Bahkan juga mendunia. Itu semua berkat sentuhan IT anak-anak muda,” papar Ketua DPD Partai Golkar  itu.

Sementara, penggagas Jember Seger, Esti Nalurani menuturkan,  Jember Seger   mengajak semua orang bergerak bersama di bidang ekonomi dan UMKM.

“Tujuannya adalah untuk memotivasi para pelaku UMKM dan mengajak semua orang bergerak bersama. Supaya efeknya lebih luas dan menyeluruh,” ucap Esti.

Sehingga, lanjut perempuan yang akrab dipanggil Cici itu, perlu adanya percepatan.

“Jika bersama-sama, harapannya  perekonomian lebih mudah bergerak, dan masyarakatnya pun juga produktif,” ujarnya.

Untuk itu, Esti menuturkan, sengaja saat launching Jember Seger mengundang segenap pihak, untuk membangun kebersamaan

“Terlebih lagi, tadi kita juga mengundang dari Pemerintahan, OJK, dan  perbankan. Jadi semuanya bergerak,” sambungnya.

Apalagi, disaat kondisi pandemi Covid-19, perlu adanya percepatan.

“Jadi bukan saya saja yang bergerak, semua member  jember seger ini harus bergerak. Jadi jangan nunggu di fasilitasi,” jelas Cici.

Diketahui,  para pelaku UMKM dibawah naungan Jember Seger  tercatat ada 1.142 member yang tergabung.

“Semuanya dari  wilayah Jember saja. Namun demikian, dari jumlah itu tidak semua industri kecil. Banyak berjualan produksinya orang lain juga. Seperti food bevarage, kecantikan, dan fashion,” ungkapnya.

Diakui  Cici, dari jumlah 1.142 pelaku UMKM itu, tidak semuanya aktif.

“Kemungkinan ada sekitar 600-800 member yang aktif. Karenanya  masih diperlukan  pembinaan, agar usaha mereka lebih berkembang,” paparnya.

Cici  menambahkan, untuk produk UMKM yang sudah memenuhi syarat kualifikasi, akan dibawa ke luar negeri sebagai ajang promosi.

“Kemarin 31 produk jawa timur yang saya bawa hanya 6 yang lolos kurasi untuk di pamerkan (belum dapat pembeli) ke luar negeri. Artinya kan prosesnya masih panjang. Seperti Melalui tahapan verifikasi terkait syarat UMKM yang benar-benar dibutuhkan,” ungkap Cici.

“Sehingga dengan adanya Jember Seger ini kita bisa membina sedini mungkin. Jadi mengawalinya dari sini untuk menyiapkan,” sambungnya.

Suatu contoh, kata Cici, ketika produk itu dibawa ke Disperindag maupun ke negara lain. Tentunya sudah layak untuk dipersaingkan.

“Dan ini akan membuat mental produksi dari pelaku UMKM sendiri,” katanya.

Ditanya soal persyaratan untuk bergabung di Jember Seger apa saja?

“Hanya mendaftar ke panitia penyelenggara, wajib follow sosmed kita. Dan KTP harus warga jember, nama pemilik UMKM, alamat email, nama sosmed, keterangan produk, foto desain, dan harga. Itu saja. Tidak perlu ribet kok,” tutupnya.( Fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img