24.8 C
East Java

Forum Anak Jember Apa Gunanya ?

Loading

Jember – Peranan Forum Anak Jember (FAJ) memegang peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan ke depan, terlebih di era digital, agar suara keinginan anak dapat terdengar. Anak bukan hanya bisa menguasai gadget saja, melainkan juga dapat melihat dunia dalam prespektif yang komprehensif.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU saat mengukuhkan Forum Anak Jember ( F A J ) bertempat di Lingkungan Pondok Pesantren Asy Syifa Kerajan Cumedak, Sumberjambe. Sabtu (19/02/2022) Siang.

“Contohnya pembelajaran daring, karena pandemi covid-19, dari sisi tertentu bagus, tetapi pasti ada resikonya,” ujarnya.

Resiko pembelajaran daring, kata Hendy mengandung resiko anak sebagai peserta didik tidak dapat melihat dan mentauladani pembelajaran yang hanya akan didapat dengan cara tatap muka.

“Hanya dengan pembelajaran tatap muka, anak – anak dapat melihat gestur tubuh guru, tata krama dan sopan santun sehingga dapat ditiru, termasuk ahlak menghargai orang tua,” ujarnya.

Bupati Hendy mengakui Pemkab Jember masih banyak kekurangan yang belum bisa memenuhi hak nya anak.

“Karenanya peranan FAJ menjadi penting,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Hendy meminta perwakilan untuk menyampaikan aspirasi tentang hak anak yang masih belum terpenuhi.

“Ada gak yang bisa menyampaikan pemkab Jember belum bisa memenuhi haknya anak,” pinta Bupati Hendy, seorang Divisi Partisipasi Anak FAJ Adelia lantas maju menyampaikan harapannya terkait dengan hak anak, tentang fasilitas trotoar yang belum ramah difabel.

Mendengar kritik FAJ, Hendy menjelaskan tentang kondisi trotoar se Kabupaten Jember yang memang belum ramah anak, tidak ramah difabel dan tidak ramah lingkungan.

“Hanya namanya trotoar saja, karenanya saya berharap anak – anak bisa memberikan masukannya, kalau gak cocok ngomong ya, saya nanti akan bikin jalan yang lebarnya 8 meter kiri kanan, mulai dari KFC jalan Gajah Mada sampai ke Rien Collection, nanti anda akan menari kayak film India,” selorohnya.

Lebih lanjut, Bupati Hendy berharap agar FAJ menjalankan perannya, bukan hanya soal trotoar, tetapi juga masalah kekerasan anak, dan hak – hak anak lainnya.

“Karenanya saya harap FAJ dapat masuk ke kampung kampung, agar orang menjadi tahu keberadaan FAJ, karena memang belum banyak orang yang tahu FAJ ini apa,” pintanya.

Kabupaten Jember, kata Hendy mempunyai 975 lingkungan dan dusun, sehingga banyak ruang yang dapat dimanfaatkan FAJ untuk berkreasi.

“Kami akan mendukung kreativitas FAJ, melalui DP3AKB Kabupaten Jember,” tandasnya.

Forum Anak Jember Agen Of Change 

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)  Kabupaten Jember Suprihandoko, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini, dapat menghadirkan Forum Anak Jember terdiri dari 75 anak, yang berasal  dari 22 Desa.

“Alhamdulillah, kali ini sudah ada 114 desa layak anak, semoga berikutnya akan segera menyusul desa yang lain,” jelasnya.

Keberadaan FAJ, kata Suprihrandoko diharapkan dapat menjadi agent of change (agen perubahan).

“Jadi nanti kita harapkan dari anak – anak Jember, tidak ada lagi stunting baru,” harapnya.

Forum Anak Jember  Bacakan Suara Anak Jember

Ketua Umum Forum Anak Jember Periode 2021 – 2023, Nadia Anggita Hardianza menyampaikan harapan FAJ, yang mengharapkan Kabupaten Jember sebagai kabupaten yang ramah dan layak anak.

Forum Anak Jember
Caption : Ketua Umum Forum Anak Jember Periode 2021 – 2023, Nadia Anggita Hardianza

“Kami menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah kabupaten Jember yang telah menampung aspirasi dan memperhatikan hak anak kabupaten Jember, untuk pertimbangan pembangunan kabupaten Jember, khususnya kabupaten layak anak,” ujarnya.

Nadia juga meminta agar Pemerintahan Kabupaten Jember dapat memberikan pemahaman dan dukungan kepada seluruh pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Jember, tentang fungsi dan keberadaan FAJ di daerahnya masing – masing.

“Kami juga berharap juga mendapat dukungan dari dinas lainnya, bukan hanya didukung oleh DP3AKB saja,” tandasnya.

Tentang kebutuhan anggaran agar rencana aksi FAJ dapat berjalan sebagaimana dikehendaki, Nadia juga mengajukan anggaran khusus guna mendukung rencana mewujudkan Kabupaten Jember layak anak.

Pada kesempatan itu, Nadi membacakan suara anak Jember tahun 2021, sebagai berikut :

  1. Kami anak Jember meminta dipenuhinya hak kebebasan berpendapat, tanpa adanya diskriminasi dari pihak manapun,
  2. Kami anak Jember ingin pembagian program Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Pintar, pemerintah  lebih adil dan merata
  3. Kami Anak Jember ingin terhindar dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis dari pihak manapun,
  4. Kami Anak Jember, ingin diadakannya tempat perlindungan serta pengasuhan anak-anak terlantar yang layak anak,
  5. Kami Anak Jember, ingin diperbanyaknya kegiatan sosialisasi gizi seimbang kepada desa – desa agar dapat menurunkan kasus stunting,
  6. Kami Anak Jember, ingin diperbanyaknya sosialisasi mengenai tumbuh kembang remaja, agar remaja di Jember terhindar dari hal- hal negatif, 
  7. Kami Anak Jember, ingin pemerintah dapat mengatasi kasus putus sekolah dan menyediakan fasilitas pembelajaran jarak jauh, seperti subsidi quota pemerintah secara merata,
  8. Kami Anak Jember, meminta diperbanyaknya sarana pengembangan diri dalam kebudayaan, tempat baca, even, baik digital maupun non digital,
  9. Kami anak Jember, ingin pengoptimalan pusat layanan terpadu dan peradilan pidan anak yang berhadapan dengan hukum dengan lebih baik, 
  10. Kami Anak Jember, ingin tersedianya fasilitas yang layak dan perlakuan, yang baik bagi anak difabel dan anak dalam eksploitasi.
  • Pewarta : Agung Suryono
  • Editor : Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img