Fatkhul Hadi: Biaya Politik Tinggi Runtuhkan Kualitas Demokrasi 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Biaya politik calon anggota legislatif pada pemilu 2024 ini disebut sangat tinggi, dapat menyebabkan runtuhnya kualitas demokrasi. Selasa (19/12/2023).

Baca juga: Serahkan Penghargaan dan Piala Bergilir di Jember, Ketua MA Terpesona  

Saat dikonfirmasi media ini, Ahmad Fatkhul Hadi Muzakki, caleg daerah pemilihan Jember 2, dari Partai Gerindra menilai tingginya biaya politik akan berdampak buruk.

“Memang realitasnya tidak ada makan siang gratis dalam pemilu legislatif. Semua serba uang alias berbiaya,” ujarnya.

Meski, Fatkhul, mencemaskan tingginya biaya politik itu, yang sangat mungkin mengancam kualitas demokrasi.

“Akhirnya akan berdampak terhadap kualitas kerja parlemen,” katanya.

Besarnya biaya politik, kata Fatkhul, akan membuat anggota legislatif, terperangkap dalam kesibukan untuk mengembalikan modal selama proses pencalonan.

Fatkhul menyelitir sejumlah analisis, bahwa biaya politik caleg DPRD Kabupaten/Kota berkisar antara Rp300 juta hingga Rp 1 miliar.

Sedangkan, biaya caleg DPRD Provinsi, kata Fatkhul bisa mencapai mulai Rp1 miliar hingga Rp 3 miliar. Caleg DPR RI dari Rp3 miliar hingga Rp7 miliar.

Namun, biaya politik sebesar itu tidak berlaku bagi caleg DPRD Kabupaten Jember dari Partai Gerindra itu.

Menurut mantan reporter radio Prosalina FM ini, dipastikan bakal mengancam kualitas demokrasi di Indonesia.

“Biaya politik tinggi tidak baik, karena orang itu kalau sudah terpilih pasti mengejar untuk balik modal,” ujarnya.

Fatkhul Hadi yang juga menjadi juru bicara Tim Kemenangan Daerah (TKD) Prabowo Gibran Jember ini mengaku tidak sepakat dengan biaya politik tinggi.

Oleh karenanya, sebagai caleg ia berusaha menekan seminimal mungkin biaya politik agar tidak merugikan rakyat pemilihnya.

“Saya takut kalau biaya politik tinggi, saat sudah jadi malah sibuk mikir balik modal biaya politik yang sudah keluar,” katanya.

Menurutnya, apabila demikian yang terjadi justru rakyat khususnya yang memilihnya yang dirugikan.

“Jangankan mikir rakyat, mikir balik modal aja susah,” tegas Fatkhul, yang juga Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Jember ini.

Paling penting kata Fatkhul, rakyat harus cerdas memilih caleg yang berkualitas, kredibel dan berintegritas.

“Jangan pilih caleg hanya karena melihat isi tas nya saja, gak bahaya tah?,” pesannya bernada sindiran.

Harapannya, kelak apabila terpilih menjadi anggota legislatif, Fatkhul berkomitmen tidak akan sibuk mikir balik modal.

“Saya akan mikir gimana memperjuangkan keinginan rakyat saja, ketimbang mikir hutang biaya politik,” pungkasnya. (MR)