Jempolindo _ Kronologi
Menurut keterangan Subkoordinator Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Disnaker Jember Ridha Herawati, pihaknya mengetahui informasi adanya dua perempuan itu, setelah BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Surabaya bahwa ada dua satu orang perempuan yang ditampung di Kencong.
“Awalnya tidak jelas di Kencong mana. Lalu kamu coba berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Desa Kencong. Mereka juga kesulitan mendapatkan akses informasi nya,” ujarnya.
Pihak Disnaker Jember, kata Ridha berusaha meminta bantuan Serikat Buruh Migran Indonesia, Nadifa, yang kebetulan tinggal di Kencong.
“Kalau kami diberitahu SBMI, lokasi penampungan CPMI dimaksud,” katanya.
Berdasarkan informasi itu, kata Ridha maka Disnaker Jember meluncur ke lokasi.
“Kami ditemani SBMI, pihak Muspika Kencong, mendatangi lokasi yang diduga menjadi penampungan CPMI,” tuturnya.
Ternyata, kata Ridha sesampainya di sebuah rumah, yang diduga menjadi penampungan CPMI itu, ada dua orang perempuan.
“Semula, kami hanya diberi tahu hanya satu orang bernama Maria. Ternyata disana tadi ada dua orang. Atas saran semua pihak, maka sebaiknya kami bawa semua saja,” tuturnya.
Menurut Ridha, pada saat membawa mengamankan dua perempuan asal NTT itu, tidak ada perlawanan dari tuan rumah.
“Semua berjalan lancar saja. Kami hanya ditemui istri dari tuan rumah. Sedangkan A, tidak diketahui dimana,” katanya.
Keduanya, kini sementara masih berada di Disnaker Jember, untuk selanjutnya melalui fasilitasi BP2MI Jawa Timur, akan dipulangkan ke NTT.