18.9 C
East Java

Diduga Teror Bakar Rumah Warga Desa Mulyorejo

Loading

Jember – jempolindo.id – Informasi teror bakar rumah warga merebak melalui sejumlah grup aplikasi Whatsapp, diduga terjadi di wilayah Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Informasi yang tersebar itu, dikuatkan dengan adanya foto dan video. tentang aksi pembakaran 7 rumah, 2 mobil, dan 5 sepeda motor milik warga, Sabtu malam (30/7) kemarin.

Teror, Bakar Rumah Warga, Desa Mulyorejo
Mobil yang terbakar diduga teror

Menanggapi informasi dugaan teror di wilayah Silo, Kapolsek Silo AKP Suhartanto menegaskan, pihaknya sudah mengambil langkah tegas pengamanan wilayah.

“Kami berkoordinasi dengan 3 TNI, Satpol PP langsung mengambil langkah dan tindakan pengamanan. Terkait hal itu kami masih melakukan penyelidikan,” kata Suhartanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Terkait terduga pelaku, kata Suhartanto, dibenarkan jika sampai puluhan orang. Modusnya belum jelas.

“Dari penyelidikan kami, jumlah pelaku bisa lebih dari 50 orang. Tapi ini masih lidik,” pungkasnya.

Menanggapi informasi dugaan teror itu, Tokoh Masyarakat Kecamatan Silo KH Abdul Muqiet Arif juga membenarkan adanya aksi pembakaran itu.

Terkait dugaan teror itu, kata pria yang akrab dipanggil Kiai Muqiet ini. Berdasarkan informasi yang diterima olehnya, dari para tokoh masyarakat setempat.

“Awal informasi itu. Hari Ahad (Minggu, red) kemarin itu ada acara pengajian di Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo. Di sana itu, juga dekat dengan lokasi lahan Perhutani yang digarap masyarakat setempat,” kata Kiai Muqiet saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (4/8/2022) pagi.

Sesaat sebelum acara pengajian dimulai, kata Kiai Muqiet, tokoh-tokoh masyarakat itu curhat kepada dirinya.

“Bahwa Malam Minggu (kemarin), ada kejadian 7 rumah penduduk, 2 mobil, dan 5 sepeda motor dibakar. Kejadian ini bukan yang pertama, Sebelumnya itu pernah terjadi (kasus serupa). Ada satu rumah dan dua motor dibakar,” ujarnya.

Saat ditanyakan kepada warga, penyebab kejadian yang diduga teror, Warga setempat enggan menceritakan.

“Warga sana malah terlihat ketakutan. Artinya kalau cerita (kasus dugaan teror itu). Jika ada yang memberitahu, maka kemudian nanti jadi korban berikutnya. Itu yang saya tangkap (informasi) dari mereka,” ungkapnya.

Untuk kejadian sebelumnya soal satu rumah warga dan dua motor terbakar, lanjut Kiai Muqiet, beruntung masih dapat diredam.

“Api dapat dipadamkan dan kondisi mereda. Tapi yang barusan ini malah lebih banyak yang terbakar. Bahkan rumah yang terbakar sampai rata dengan tanah,” ucapnya.

Menurut pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Jember periode 2016 – 2020 ini, dengan kondisi resah yang dialami masyarakat setempat. Dirinya merasa prihatin.

“Kasihan masyarakat di sana, seperti dalam ketakutan. Saya menduga ada semacam premanisme, kalau menurut saya,” ucapnya.

“Wong katanya masyarakat, pelakunya sampai 50 orang. Tapi lebih pasnya mungkin bisa langsung konfirmasi ke masyarakat,” sambungnya.

Namun demikian, Kiai Muqiet menambahkan, menyikapi keresahan masyarakat, Anggota Mapolsek Silo, diketahui langsung melakukan tindakan.

“Untuk dugaan pelaku, saya juga belum tahu. Tapi terkait kasus ini, dari aparat kepolisian turun ke lapangan bahkan sempat ngepam juga kabarnya. Tapi warga sama saya tertutup, melihat cukup masif mungkin (dugaan teror ini). Mungkin perlu diekspose (diungkap), agar ada penyelesaian yang baik,” tandasnya. (Fit)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img