17.4 C
East Java

Diduga Pelaku Pedofil Pak Haji Dilaporkan Ketua RW Kaliwates 

Loading

Jember – jempolindo.id – Diduga pelaku pedofil, cabuli lima anak usia belasan tahun, Pria berinisial MY (60) akrab disapa Pak Haji, warga Kecamatan Kaliwates, Jember, dilaporkan Ketua RW setempat Muhammad Muslih (50) ke Polres Jember.

Muslih bersama sejumlah warga dan orang tua korban datang ke Polres Jember. Membuat laporan, dan mendampingi 5 korban dugaan kasus pelecehan seksual.

Kelima korban mayoritas anak-anak dan masih duduk dibangku SD, merupakan anak tetangganya sendiri, yang mendapat perlakuan tak senonoh dari Pak Haji.

Muslih mengaku mendapat keluhan dari warga, atas perlakuan Pak Haji.

“Saya pun juga awalnya diteror sama anak-anak di rumah, dibilang Pak RW temennya pelaku. Jadi gak mungkin berani melawan. Akhirnya saya bersama warga mengumpulkan para korban, dan meminta informasi,” kata Muslih, saat dikonfirmasi di Mapolres Jember, Sabtu (6/8/2022).

Dari informasi yang disampaikan para korban, lanjut Muslih, salah satu korban berinisial R mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual.

“Kejadiannya sejak kelas 3 SD sampai kelas 6. Itu (pelaku) menggosok-gosokkan alat vitalnya ke perut korban, sampai keluar cairan (Sperma). Tapi bilang ke korban sedang membersihkan perutnya. Saat melakukan aksinya, mata korban ditutupi kain saat dari rumah di lantai bawah dan dibawa ke lantai dua,” ulasnya.

Aksi Pak Haji, biasanya dilakukan ketika kondisi rumah saat sepi, setiap hari Kamis, istrinya pergi pengajian.

Dalam melakukan aksinya, lanjut Muslih, pelaku mengiming-imingi korban dengan meminjamkan ponsel dan diberi uang Rp 15 ribu.

“Karena meresahkan makanya kita lapor ke Polres Jember ini,” tandasnya.

Diduga Pelaku Pedofil Aksi Pak Haji Juga Dilakukan di Luar Kota

Dari informasi yang didapatkan dari para korban, kata Muslih, pelaku yang akrab dipanggil Pak Haji itu, juga pernah melakukan aksi kejahatannya di luar kota.

Sehingga aksi dugaan pelecehaan seksual, kata Muslih, nyaris tidak diketahui orang tua korban.

“Apalagi dia ini (pelaku), termasuk orang yang dituakan di lingkungan sekitar. Makanya juga dipanggil Pak Haji,” ucapnya.

Namun setelah beredar kabar kasus ini, lanjutnya, satu persatu orang tua korban melakukan pendekatan kepada anak-anaknya.

“Baru kemarin orang tua korban mengetahui, setelah tahu, mereka awalnya mau melakukan aksi dan tindakan sendiri. Tapi saya cegah, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dari pengakuan salah satu orang tua korban, Muslih menambahkan, korban juga ada yang sering diajak keluar kota.

“Karena ada hubungan baik, juga ada yang sering diajak keluar kota ke Surabaya. Ternyata dari pengakuan korban, ada yang diperlakukan gitu juga (dicabuli) dengan cara yang sama. Itu di rumah anak kandungnya,” kata Muslih.

“Anaknya Pak Haji ini, punya rumah di Surabaya dan orang sukses. Yang saya tahu, jadi pegawai bea cukai, dan satunya jadi teknisi di Iion air,” imbuhnya.

Korban Pelaku Pedofil Ngaku Trauma 

Terkait aksi yang dilakukan pelaku, kata Muslih, dari pengakuan para korban juga menyebabkan trauma.

“Dari pengakuan korban, ada yang mengalami sejak kelas 3 SD, dan sekarang sudah kelas 6. Juga korban lainnya. Total yang saya tahu ada 5 orang, satu perempuan dan 4 laki-laki,” kata Muslih saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (6/8/2022).

Akibat dari kejadian ini, lanjut Muslih, para korban juga mengaku trauma.

Bahkan setiap kali bertemu dengan pelaku, katanya, mereka langsung lari.

“Sangking takutnya, setiap ketemu pelaku itu, atau dipanggil namanya. langsung lari, sangking traumanya,” ucapnya.

Akan tetapi, Muslih menambahkan, ada juga korban yang mampu menghindari tindakan pelaku. Meskipun dengan modus sama, dengan mengiming-imingi sejumlah uang.

“Modusnya juga sama, diiming-imingi HP, diiming-imingi uang, sama ditutup matanya, juga disuruh buka bajunya. Tapi anak ini brontak, dan bilang saya mau pipis pak Haji, kemudian ke bawah. Lihat pintu tidak dikunci, akhirnya kabur anak itu,” tandasnya.

Laporan Diterima Polres Jember 

Terpisah, Petugas Piket Reskrim Polres Jember mengaku menerima laporan dari warga ini. Nantinya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang akan menangani kasus ini.

“Laporan sudah kami terima, nanti akan ditindaklanjuti,” ujar petugas yang enggan disebutkan namanya itu.(Fit)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img