Jember _ jempolindo.id _ “Saya senang setiap pergerkan pemerintahan kabupaten Jember diperhatikan, itu tandanya kami bekerja,” Jawaban Paslon no 01 menjawab pertannyaan paslon 03 saat Debat Kandidat ke 3 Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Jember, yang disiarkan langsung KPU Jember dan TV swasta. Selasa (30/11/2020)
Cawabup Ifan Ariadna mengatakan di era otonomi daerah (otoda) pemerintah daerah dan pusat memang harus linier dalam segala aspeknya, termasuk kebijakan.
“Selama lima tahun terahir banyak sekali masalah, diantaranya GTT yang hanya menuntut SK, mereka terbengkalai, bagaimana tanggapan ibu Faida,” tanya Ifan.
Faida menjawab, masalah GTT sudah ada ketentuannya, Pemerintah Kabupaten tidak boleh mengangkat guru honorer.
“Kami sudah melakukan konsultasi secara tertulis kepada kementerian PAN, dan Kemendikbud. Kami sudah mendapatkan jawaban tertulis sebagai panduan. Kami menerbitkan Surat Penugasan (SP) untuk suatu kepastian,” jawab Faida lugas.
Kata Faida, GTT ditempatkan di sekolah yang memang tidak ada PNS nya, dengan pertimbangan lain dekat dari tempat tinggal GTT.
Faida juga mengklaim memperjuangkan nasib GTT/PTT melalui akses P3K, bahkan untuk tahun 2021, Faida berjanji akan menuntaskan masalah GTT/PTT.
“Hanya di Pemerintahan Faida – Muqit GTT / PTT mendapat BPJS, mendapat THR. Hanya di pemerintahan kami mereka mendapat penempatan di foemasi yang kosong. Dan jangan lupa ratusan GTT/PTT mendapatkan bea siswa untuk memenuhi kompetensi standarnya. Ini adalah komitmen, bukan sekedar bicara,” sayang waktu untuk Faida habis.
Atas jawaban paslon 01, Ifan Ariadna menanggapi, jika apa yang dikatakan Faida seindah dengan apa yang terjadi di kalangan, GTT/PTT tidak akan melakukan protes.
“Apa yang terjadi dilapangan tidak sejalan dengan kenyataannya, banyak penempatan guru yang jauh dari rumahnya, tidak sesuai dengan apa yang dikatakan ibu tadi,” tukas Ifan.
Ifan bercerita pengamatannya di desa Panduman Jember wilayah utara, fasilitas pendidikan nya seperti terabaikan. Ada 150 siswa hanya ditangani 3 guru.
“Sedangkan kepala sekolahnya berasal dari Jember selatan, naik motor tiap hari, sedangkan ada siswa kelas 6 SD yang belum lancar membaca dan menulis. Ini fakta yang terjadi di Jember,” kata Ifan.
Menjawab tanggapan Ifan, paslon 01 menegaskan solusi di Jember memang masalah perbaikan data yang memang harus dituntaskan. GTT ditempatkan di wilayah yang memang membutuhkan.
Faida juga mengakui memang ada masalah di lapangan yang harus dituntaskan.
“Salah satu komitmen pegawai siap ditempatkan dimanapun berada,” kata Faida. (*)