Jember- Jempolindo.id – Peluang Pasar Kedelai jenis Edamame terbuka luas, permintaan ekspor ke Jepang diperkirakan bisa masih belum tersedia sebesar 75 ribu ton. Hal itu disampaikan Bupati Jember Ir. H Hendy Siswanto, ST IPU beserta jajarannya, saat berkunjung ke PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), Kecamatan Ajung, pada Sabtu (15/10/2022) siang.

Dalam keterangan persnya, Bupati Hendy menerangkan bahwa terbukanya permintaan pasar Edamame yang masih belum terpenuhi itu, maka terbuka kesempatan untuk mendorong produksi edamame.
“Karenanya, Pemkab Jember berkepentimgan mendorong pengembangan produksi edamame,” ujarnya.
Orang nomor satu di Jember itu menegaskan, dengan tumbuhnya dunia usaha, maka akan berdampak positif terhadap terbukanya peluang kerja.
“Seperti yang dijalani PT GMIT ini, sebuah perusahaan yang berdiri di Jember sudah cukup lama,” jelasnya.
Karenanya, Bupati Hendy mengapresiasi PT GMIT, yang merekrut banyak tenaga kerja asli warga Jember.
“Tercatat, ada sekitar 600 karyawan di pabrik dan 5 ribu lebih pegawai di luar pabrik seperti para petani yang bekerja
sama dengan PT. GMIT. Teknologi yang dipakai dalam memproduksi edamame ini sudah luar biasa,” paparnya.
Yakni, berstandar internasional dan telah mengekspor edamame ke mancanegara. Salah satunya, Jepang yang memang negara dengan konsumsi edamame terbesar di dunia.
“Kami akan membantu apa yang nantinya bisa dikerjasamakan agar perusahaan ini dapat berkembang. Misalnya, soal lahan atau apapun terkait dengan pertanian yang bisa disinergikan. Mengingat, dari hasil prosentase produksi yang telah disampaikan, perusahaan ini telah memproduksi edamame cukup tinggi,” terangnya.
Harapannya, tahun depan, produktivitas edamame di Jember dapat lebih meningkat.
“Saat ini, produksi kita masih jauh di bawah Thailand. Masih 6 ribu hingga 7 ribu ton,”terangnya.
Membina Petani
Di tempat yang sama, Direktur PT. GMIT Imam Wahyudi menyatakan, bahwa hingga saat ini, pihaknya memberikan pembekalan penyuluhan dan praktek agronomi kepada para petani mitra. Mulai pengelolaan tanah, penanaman, perawatan, hingga proses panen.
“Kami juga mendorong dan memberdayakan UMKM di sekitar lokasi pabrik, agar dapat menghasilkan
produk edamame, dengan memberikan pelatihan kepada sejumlah tenaga kerja wanita yang bernama Kampung Edamame,” pungkasnya. (Agung)