BerandaBeritaBupati Hendy : Kado Dari Presiden Untuk Santri

Bupati Hendy : Kado Dari Presiden Untuk Santri

- Advertisement -spot_img

Jempolindo.id – Jember –  Santri dapat kado dari Presiden Joko Widodo, hal itu dikatakan Bupati Jember Hendy Siswanto saat Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan upacara memperingati Hari Hari Santri Nasional (HSN), bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan di ikuti oleh perwakilan pondok pesantren (ponpes) Kabupaten Jember secara Luring maupun Daring. Bertempat di Aula Carya Dharma Praja Mukti Kantor Pemkab Jember, Jum’at (22/10/2021).

Rupanya kado itu tertuang dalam Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, yang ditanda tangani Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (2/9/2021).

Perpres ini, mengatur tentang dana abadi pesantren, yaitu dana yang dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan pengembangan pendidikan pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 Nomor 3.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, Perpres juga mengatur penggunaan anggaran APBD untuk membantu pesantren.

“Pemkab Jember akan membantu dari segi sarana dan  prasarana seperti kamar mandi, perbaikan jalan dan bagian koperasi,”ucap Bupati Hendy.

Pesantren di Kabupaten Jember, kata Bupati Hendy terdapat sekira 1000 pesantren lebih, yang pembinaannya akan dilakukan secara bertahap, mengingat kecukupan anggaran yang akan dialokasikan.

“Tentunya dengan keterbatasan anggaran akan bertahab kebijakan sudah ada membantu pesantren dapat dilaksanakan tahun 2022,”katanya.

Bupati Hendy juga menghendaki pemberdayaan santri dengan melakukan pemberdayaan santri melalui berbagai pelatihan kerja dan Koperasi, sehingga santri memiliki ketrampilan tehnis yang lebih siap pakai.

“Sehingga, nanti santri begitu sudah keluar dari pesantren tugas mereka dapat menyebarkan ilmu agama yang di miliki, mereka juga dapat  bekerja seperti yang lain dan berwirausaha, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,” terangnya.

Kedepan, Bupati Hendy juga berharap ada kesetaraan antara pendidikan pesantren dan pendidikan umum.

“Ini wajib disyukuri, tentunya ini menjadi kesempatan bagi para santri, bahwa pesantren sama dengan tempat pendidikan yang lain,” tuturnya. (Gilang)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img